Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinyatakan Sembuh, Korban MBG di Berastagi Kembali Kejang

J
KEMBALI: Inka Kristy kembali dilarikan ke rumah sakit usai dinyatakan sembuh. (Solideo/Sumut Pos)
KEMBALI: Inka Kristy kembali dilarikan ke rumah sakit usai dinyatakan sembuh. (Solideo/Sumut Pos)

Advertisement

 

KARO, Sumutpos.jawapos.com–Pernyataan sembuh ternyata belum menjadi akhir dari persoalan bagi sejumlah pelajar korban dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo.

Sejumlah siswa yang sebelumnya dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang justru kembali mengalami keluhan kesehatan. Kejang, mual, pusing hingga sesak kembali muncul dan membuat orangtua panik.

Advertisement

Kondisi ini sekaligus memunculkan pertanyaan serius: sejauh mana para korban benar-benar telah pulih sebelum dinyatakan boleh pulang?


 “Kata dokter anak saya sudah sembuh, makanya kami diizinkan pulang. Tapi semalam anak saya kejang-kejang lagi hingga terpaksa kami bawa kembali ke RSU Kabanjahe,” ujar Hermanto Ginting, ayah Inka Kristy br Ginting, Jumat (21/8) siang.

Baca Juga: Hari Indonesia Menabung di Tebing Tinggi: Pelajar Didorong Melek Finansial Sejak Dini
 Hermanto mengatakan, Inka merupakan salah satu korban MBG yang sempat dirujuk dari RSUD Kabanjahe ke Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan. Setelah menjalani perawatan selama lima hari, Inka dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang pada Selasa (18/8).

Advertisement


 Sebelum pulang, Inka bahkan diminta membuat video testimoni mengenai kesembuhannya. Video tersebut kemudian beredar luas dan berisi pujian terhadap pelayanan RSU Bina Kasih Medan. Namun, kondisi Inka kembali memburuk. Pada Kamis (20/8), ia mengalami kejang-kejang sehingga kembali dibawa ke rumah sakit.


 "Anak saya kejang-kejang lagi,” kata Hermanto dengan nada cemas.
Warga Desa Kutambaru, Kecamatan Munte, itu menuturkan, saat menjalani perawatan, putrinya mengalami sejumlah keluhan, antara lain tenggorokan terasa panas, gatal-gatal, nyeri perut dan sakit kepala hebat. “Kata dokter anak saya sudah sembuh. Tapi ini kok kambuh lagi?” ujarnya.


 Kasus serupa juga dialami sejumlah pelajar lainnya. Lia Malemta br Sitepu, siswa SMK Bersama Berastagi, yang sebelumnya dinyatakan sembuh, kembali dilarikan ke RS Amanda Berastagi pada Selasa (18/8) malam setelah mengalami keluhan kesehatan. Selain itu, tiga korban lainnya harus menjalani perawatan di RS Haji Medan. 


 Mereka adalah Krismas Dayanti Sihite dari SMAN 1 Berastagi serta F Purba dan Ana Karina Karo dari Yayasan Perguruan Bersama Berastagi. Kondisi Krismas sempat menjadi perhatian setelah mengalami gangguan saraf dan kekakuan fisik. Menurut orangtuanya, dokter menyebut terdapat gangguan pada saraf otak.


 “Lehernya seperti terjepit. Bahkan untuk minum saja lehernya harus ditarik terlebih dahulu agar air bisa masuk. Ia juga mengeluhkan rasa panas yang membakar dari perut hingga ke ulu hati,” tutur Sihite. Krismas juga sempat mengalami kesulitan menelan, muntah, kejang hingga gangguan psikologis. Ia bahkan beberapa kali menjerit histeris pada malam hari selama menjalani perawatan.

Advertisement

Artikel Terkait

Keracunan MBG di Karo, Kepala SPPG Diminta Dievaluasi

Keracunan MBG di Karo, Kepala SPPG Diminta Dievaluasi

Wakil.ketua dprd sumut, Ikhwan Ritonga meminta agar kepala SPPG dievaluasi. Karena telah mengakibatkan keracunan siswa sman 1 berastagi.

Sepekan Berlalu, 15 Siswa Keracunan MBG Masih Dirawat

Sepekan Berlalu, 15 Siswa Keracunan MBG Masih Dirawat

Sepekan pascakeracunan MBG di Berastagi, 15 siswa masih dirawat. Pemkab Karo memantau kondisi korban dan mengevaluasi pelaksanaan program.

Komisi E DPRD Sumut Minta Kepala SPPG di Karo Dicopot Usai Kasus Keracunan MBG

Komisi E DPRD Sumut Minta Kepala SPPG di Karo Dicopot Usai Kasus Keracunan MBG

Anggota dprd sumut, M Subandi meminta agar kepala dapur mbg yang telah menyalurkan makanan ke SMAN 1 Berastagi untuk dipecat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer