Bansos Salah Sasaran Terungkap, Wabup Batu Bara Minta Data Dibongkar dan Diperbaiki

BATU BARA, Sumutpos.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Batu Bara memperkuat pembenahan data penerima bantuan sosial (bansos). Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., meminta seluruh pihak menyatukan niat dan persepsi agar bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Pesan itu disampaikan Syafrizal saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Rabu (26/8/2026).
Rakor tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus konsolidasi lintas sektor untuk memperbaiki akurasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hadir dalam kegiatan itu Kepala BPS Batu Bara Laila Syafrita Siregar, SST., MM., Pj. Sekda Batu Bara Rusian Heri, Kepala Dinas Sosial P3A Muliadi, para camat, kepala desa, lurah, pendamping PKH hingga operator data.
Menurut Syafrizal, persoalan ketepatan data merupakan salah satu kunci keberhasilan penyaluran bansos. Karena itu, pembaruan data tidak boleh dilakukan sebatas memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi harus benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan.
Baca Juga: Operasional 13 SPPG di Kota Medan Diberhentikan Sementara, Rico Waas : Sifatnya Evaluasi agar Lebih
“Pemerintah Kabupaten Batu Bara berkomitmen penuh memastikan seluruh bantuan sosial tersalurkan secara tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat administrasi. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja keras, integritas, serta sinergi yang kuat dari kita semua,” tegasnya.
Warga Mampu Diminta Dicoret
Syafrizal secara khusus menyoroti masih ditemukannya penyaluran bansos yang dinilai tidak tepat sasaran. Ia meminta jajaran pendataan mulai dari tingkat desa hingga Dinas Sosial berani melakukan pemutakhiran berdasarkan kondisi riil penerima.
Ia menegaskan, warga yang secara ekonomi sudah mampu harus dikeluarkan dari daftar penerima, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetapi belum mendapatkan bantuan harus segera diusulkan dan didata.
“Sering kali saat berkunjung ke desa-desa, kami menerima laporan bahwa masih ada penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran. Saya tegaskan kepada seluruh petugas, segera putuskan bantuan bagi keluarga mampu atau kaya yang selama ini masih menerima, dan langsung data keluarga tidak mampu yang selama ini belum pernah mendapatkan bantuan,” ujarnya.



