
MEDAN, SUMUT POS- Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Sumut, sedikitnya enam kabupaten terdampak bencana dalam beberapa hari terakhir.
Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih mengatakan, penanganan bencana masih dilakukan pemerintah daerah bersama masyarakat di sejumlah lokasi terdampak.
Baca Juga: Warga Marelan Jadi Peredaran Narkoba Lintas Negara, Bawa 4.816 Butir Ekstasi dan 250 Pod Getar dari
“Masih dalam penanganan oleh pemerintah setempat dan masyarakat,” ucap Tuahta saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Rabu (9/9/2026).
Di Kabupaten Batubara, banjir terjadi di Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, setelah Sungai Gambus meluap pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Banjir merendam 211 rumah warga dengan ketinggian air sekitar 15 hingga 30 sentimeter.
BPBD menyebut tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam kejadian tersebut. Pemerintah daerah telah melakukan asesmen, berkoordinasi dengan sejumlah instansi dan mendirikan dua tenda untuk posko kesehatan serta pengungsian.
Sementara di Kabupaten Nias, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan longsor dan badan jalan amblas di Desa Dima, Kecamatan Hiliduho. Akibatnya, satu rumah warga terancam dan sekitar 100 meter jalan penghubung desa mengalami kerusakan sedang.
Di Kabupaten Deliserdang, bencana banjir terjadi di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan. Air menggenangi jalan dan hampir memasuki permukiman warga dengan ketinggian sekitar 15 hingga 55 sentimeter.
“Kondisi tersebut menyebabkan debit air berpotensi mengalami peningkatan apabila hujan terus berlanjut,” tulis laporan tersebut.



