Sutarto Minta Peran Masyarakat dalam Pembangunan Rendah Karbon Diperkuat

MEDAN, SUMUT POS- Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menerima Perwakilan Low Carbon Development Indonesia (LCDI) dan Perwakilan Perusahaan Konsultan Lingkungan Terkemuka, PT Hatfield Indonesia di ruang kerjanya, Kamis (10/9/2026) sore.
Pertemuan tersebut membahas terkait pengarusutamaan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim ke dalam peraturan daerah.
Sehingga nantinya diintegrasikan secara sistematis kedalam RPJMD dan Renstra, RKPD dan APBD Provinsi Sumatera Utara.
Dengan demikian, program tersebut menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan, program, dan kegiatan pemerintah daerah.
Dalam pemaparannya, Sutarto menyambut baik program Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) tersebut. Ia meminta, adanya penguatan peran serta masyarakat serta penyesuaian karakteristik daerah.
“DPRD Sumut dalam hal ini menerima usulan PRKBI ini yang nantinya menghasilkan Perda Sumatera Utara. Namun mengingat teknis pelaksanaan di pemerintah kabupaten dan kota, maka perlu ada kajian lebih dalam bagaimana penguatan peran serta masyarakat lokal dan juga penyesuaian karakteristik daerah yang berbeda,” katanya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut itu, mengungkapkan, Sumatera Utara memiliki kondisi geografis, sosial, budaya, dan potensi ekonomi yang berbeda.
“Daerah perkotaan misalnya, biasanya permasalahan sampah dan limbah industri. Tantangannya berbeda dengan daerah Deli Serdang, Sergai dan Simalungun di mana ada sektor pertanian, perkebunan di sana. Juga daerah pesisir pantai timur dan pantai barat Sumatera Utara,” imbuhnya.
Penguatan peran masyarakat, lanjut Sutarto, yakni, pelibatan komunitas adat, kelompok tani, kelompok nelayan, dan PKK untuk pengelolaan sumber daya alam secara mandiri yang memiliki kepribadian dalam kebudayaan.



