Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

FKPT Sumut dan BNPT Ajak Guru Tangkal Paham Kekerasan di Ruang Digital

J
Penulis: Juli Rambe❯
SAMBUTAN: Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol Wawan Ridwan memberikan sambutan literasi digital dihadapan ratusan guru di Medan, Selasa (20/10/2026). (Dok: Gusman/Sumut Pos)
SAMBUTAN: Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol Wawan Ridwan memberikan sambutan literasi digital dihadapan ratusan guru di Medan, Selasa (20/10/2026). (Dok: Gusman/Sumut Pos)

Advertisement

 

MEDAN, SUMUT POS - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Sumatera Utara (FKPT Sumut) bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), mengajak para guru memperkuat literasi digital dan moderasi beragama untuk mencegah penyebaran paham radikalisme serta kekerasan di kalangan pelajar.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan literasi digital berbasis moderasi yang digelar di Medan, pada 20-21 Oktober 2026.

Advertisement

Kegiatan ini diikuti lebih dari 250 peserta, terutama kalangan pendidik yang dinilai memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan pola pikir generasi muda.

Ketua FKPT Sumut, Prof Arifuddin Muda Harahap, menekankan pentingnya keterlibatan guru dalam membimbing siswa menghadapi derasnya arus informasi di ruang digital.

Advertisement

"Perkembangan teknologi harus diimbangi kemampuan memilah informasi agar pelajar tidak mudah terpengaruh konten yang mengandung kebencian maupun ajakan melakukan kekerasan," ujarnya, Selasa (20/10/2026).

Peran pendidik, lanjutnya, tidak hanya menyampaikan pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan sikap toleran, dan membangun daya kritis siswa ketika berhadapan dengan beragam informasi di internet.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol Wawan Ridwan, menyoroti pentingnya upaya pencegahan sejak dini untuk menghadapi penyebaran paham ekstremisme.

"Ruang digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan positif, tetapi juga berpotensi menjadi sarana penyebaran ideologi kekerasan apabila tidak disikapi secara bijak," katanya.

Ia menyebut sekitar 740 anak di sejumlah provinsi, telah terpapar ideologi kekerasan. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 anak disebut terpapar melalui jaringan.

Advertisement

Artikel Terkait

SMP Negeri 3 Tanjung Morawa Gelar Pelatihan Jurnalistik, Cetak Penulis Muda Yang Kritis Dan Kreatif

SMP Negeri 3 Tanjung Morawa Gelar Pelatihan Jurnalistik, Cetak Penulis Muda Yang Kritis Dan Kreatif

SMPN 3 Tanjung Morawa menggelar pelatihan jurnalistik untuk membekali siswa keterampilan menulis berita, teknik wawancara, dan etika digital

Singapura Bayar Warga yang Rajin Membaca 15 Menit Sehari, Ini Tujuannya

Singapura Bayar Warga yang Rajin Membaca 15 Menit Sehari, Ini Tujuannya

Singapura beri uang bagi warga yang membaca 15 menit sehari untuk melawan doomscrolling dan membangun kebiasaan membaca.

Lebih dari 40 Juta Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual di Medsos, Pemerintah Perkuat Perlindungan Digital

Lebih dari 40 Juta Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual di Medsos, Pemerintah Perkuat Perlindungan Digital

Ruang digital yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak Indonesia ternyata menyimpan ancaman serius.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer