Cegah Begal dan Premanisme, Polres Padang Lawas Sisir Titik Rawan pada Malam Hari

PADANG LAWAS, Sumutpos.jawapos.com– Mengantisipasi aksi begal, premanisme, dan kejahatan jalanan, Tim Khusus (Timsus) Serigala Sakti Satreskrim Polres Padang Lawas mengintensifkan patroli malam hingga dini hari di sejumlah titik rawan kriminalitas, Selasa (27/10/2026).
Patroli preventif yang berlangsung mulai pukul 23.00 hingga 02.00 WIB tersebut merupakan bagian dari program prioritas Kapolda Sumatera Utara melalui program KOMPAK (Kolaborasi Memberantas Pelaku Kejahatan).
Kehadiran personel di lapangan ditujukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama saat aktivitas warga mulai berkurang dan sejumlah kawasan berpotensi menjadi sasaran tindak kriminal.
Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yulianto melalui Kasat Reskrim AKP Irwansah Sitorus menegaskan, patroli malam menjadi salah satu langkah pencegahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kegiatan ini fokus pada upaya pencegahan tindak pidana, antisipasi premanisme, serta penindakan potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Padang Lawas,” ujar Irwansah, Rabu (28/10/2026).
Patroli bergerak tersebut dipimpin Kanit Pidum Satreskrim Polres Padang Lawas sekaligus Katimsus Serigala Sakti, IPDA Taufik Akbar. Ia didampingi empat personel, yakni AIPDA Wedi Rakhman Nasution, Brigadir William Hutabarat, BRIPTU Jonatan Ramotan, dan BRIPDA Farhan Azhari Siregar.
Sasar Kawasan Rawan hingga Perkumpulan Remaja
Tidak hanya menyisir lokasi yang dinilai rawan, personel Timsus Serigala Sakti juga mengedepankan pendekatan dialogis. Petugas mendatangi warga, pengelola minimarket, pemilik warung, hingga kelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap begal dan kejahatan jalanan. Warga diminta menghindari perjalanan seorang diri melalui lokasi sepi pada malam hari serta tidak mengenakan perhiasan mencolok yang berpotensi menarik perhatian pelaku kejahatan.
Petugas juga memberikan pembinaan kepada kelompok remaja agar menjaga ketertiban umum, menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan, serta segera pulang apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
Selain kejahatan jalanan, polisi turut menyoroti bahaya judi online yang dinilai dapat merusak kondisi ekonomi dan mengganggu keharmonisan keluarga. Masyarakat diimbau menjauhi praktik tersebut demi menjaga ketenteraman lingkungan.



