KARO, SUMUTPOS.CO-Kapolda Sumatera Utara, Komjen Pol Agung Setya Imam Efendy SIK MSi mengaku berkomitmennya mengungkap kejadian yang merenggut nyawa seorang wartawan, Sempurna Pasaribu (47) beserta istri, anak dan cucunya ini secara terang-benderang.
Hal ini ditegaskan Kapoldasu saat mengunjungi rumah duka orangtua Sempurna Pasaribu (47), di Jalan Nabung Surbakti Ujung, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Minggu (30/6).
Saat itu Kapoldasu bertemu langsung dengan ibu dan anak kandung korban, Eva Pasaribu. Kunjungan ini merupakan bentuk empati dari Kapoldasu terhadap keluarga korban.
Dalam kunjungannya turut didampingi Dir Reskrimum Kombes Pol Sumaryono, Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi, dan Kabid Labfor Dr AKBP Ungkap Siahaan.
Kapolda Sumut menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan turut memberikan bantuan berupa tali asih kepada anak korban.
"Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," ujar Kapolda Sumut.
Sementara anak korban Eva Maliani Pasaribu, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Kapoldasu.
"Saya ucapkan terimakasih atas kepedulian bapak Kapoldasu. Ini sangat berarti bagi kami disaat sulit seperti ini," kata Eva.
Eva keluarga yang tersisa adalah anak pertama dari Sempurna Pasaribu. Hati Eva terlihat hancur karena dalam tragedi itu, dia kehilangan kedua orangtua, adik dan anaknya. Eva dan neneknya (ibu kandung Sempurna) tak henti-hentinya menangis di hadapan Kapoldasu.
Bahkan saat Kapoldasu beranjak meninggalkan rumah duka. Eva kembali mengejar Kapoldasu seraya menangis dan memohon dengan kedua tangannya.
Eva memohon agar Kapoldasu membantu menyelesaikan kasus kebakaran yang menewaskan keluarganya.
"Bapak bantu kami, bantu kami jangan pulang dulu pak, ada yang mau kuceritakan," ujar Eva yang terus menangis.
Eva Pasaribu sangat berharap Kapoldasu mau duduk lagi dan mendengarkan isi hatinya dan mendengarkan apa yang dia rasakan setelah kepergian sang ayah, ibu, adik dan anaknya.
Namun permintaan Eva tidak dipenuhi Kapoldasu.
"Keluarga ini masih berduka. Ada saatnya nanti kita ngomong,kita masih terus melakukan penyelidikan,"ujar Kapoldasu.
Kapoldasu juga meminta maaf, dan mengimbau agar keluarga tetap tenang. "Tenangkan diri dulu, dan akan ada tim yang akan mengusut tuntas kasus ini," janji Kapoldasu.
Mendengar hal itu, Eva terlihat pasrah karena dia tidak dapat menahan kepergian Kapoldasu. Namun ia berharap Kapoldasu menepati janjinya untuk mengungkap kejadian sebenarnya dalam peristiwa tragis ini.
Kepada wartawan, Eva berniat menceritakan hal-hal yang dia anggap ganjil. Dia juga merasa tertekan karena pada Sabtu (29/6) sore sekitar jam 17.30 WIB, Eva dijemput ke Polres Tanah Karo tanpa ada surat panggilan. Saat dimintai keterangan, Eva mengaku sedikit dipaksa untuk mengiyakan pertayaan yang dilontarkan penyidik.
Sekedar mengingatkan, rumah sekaligus tempat usaha kelontong milik salah seorang wartawan di Kabupaten Karo, ludes dilalap si jago merah, Kamis (27/6) dini hari. Tragis, dalam peristiwa ini, Sempurna Pasaribu (47) wartawan salah satu media online (tribratatv.com) tewas terpanggang bersama tiga anggota keluarganya. Termasuk istri, anak dan cucunya.
Rumah Sempurna berada di Jalan Nabung Surbakti Kabanjahe, Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Karo,Gelora Fajar SH,MH melalui Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Teguh Karya Purba mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran dari Lurah Padang Mas sekira pukul 03.04.00 WIB.
Saat itu juga pihaknya langsung mengerahkan 4 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Saat itu, api masih berkobar, hingga pihaknya berusaha melakukan pemedaman. Setelah berjibaku, sekira pukul 03.45 WIB, api berhasil dijinakkan. Namun saat melakukan pengecekan, ternyata Sempurna Pasaribu dan keluarganya ikut terbakar di dalam. (deo/han)
Editor : Redaksi