STABAT, SUMUTPOS.CO - Akses menuju Ekowisata Tangkahan di Batangserangan dilaporkan terputus sejak Minggu (16/2/2025). Itu terjadi lantaran jembatan yang menghubungkan ke tempat wisata andalan Kabupaten Langkat tersebut, jebol dihantam abrasi dari luapan air Sungai Batang.
Buntutnya, pengguna jalan atau pengendara dialihkan ke jalur alternatif yang melalui perkebunan. Camat Batangserangan, Robbi Rezeki mengakui adanya air Sungai Batang meluap.
Akibat luapan itu, jembatan jebol dan terputus. Kata dia, pengguna jalan juga sudah dialihkan ke jalur alternatif.
Perangkat kecamatan juga sudah berkoordinasi degan perusahaan perkebunan setempat, agar dibuatkan jalur alternatif.
"Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di jalur tersebut, kita sudah membuat jalur alternatif bagi pengguna jalan," ujarnya, Senin (17/2/2025).
Ia menambahkan, akses atau arus lalu lintas di jalur wisata itu sejauh ini masih berjalan lancar. Meski harus melalui jalur alternatif.
"Akses jalan masih tetap lancar, karena sudah ada jalur alternatif yang kita buat, walapun tak semulus jalan aspal yang terabrasi itu," ujar Robbi.
Terkait dampak luapan sungai terhadap warga sekitar, Robby menerangkan, tidak ada luapan banjir yang menggenangi pemukiman penduduk di Kecamatan Batang Serangan.
"Tidak ada laporan dari desa maupun kelurahan yang terkena dampak luapan Sungai Batang Serangan," kata Robbi.
Namun informasinya, luapan air Sungai Batang sempat masuk ke pemukiman warga di Dusun Sei Mati, Desa Alur Gadung, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat. Air dilaporkan setinggi lutut orang dewasa dan mengakibatkan aktivitas warga sedikit terganggu. (ted/han)
Editor : Redaksi