Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Presiden Prabowo Borong 3 Ekor Sapi Qurban dari Peternak Binjai

Johan Panjaitan • Jumat, 23 Mei 2025 | 21:10 WIB
BERSAMA: Suyanto, pemilik Bang YT Farm foto bersama 3 sapi qurban super premium yang dibeli Presiden Prabowo Subianto. Teddy Akbari/Sumut Pos
BERSAMA: Suyanto, pemilik Bang YT Farm foto bersama 3 sapi qurban super premium yang dibeli Presiden Prabowo Subianto. Teddy Akbari/Sumut Pos

BINJAI, sumutpos.Jawapos.com- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto borong 3 ekor sapi dari Binjai untuk diqurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.

Ketiga sapi super premium dengan bobot di atas 800 kilogram itu dibeli Presiden Prabowo dari Kandang Bang Yanto di Jalan Labu, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat.

Sekretariat Kepresidenan membeli sapi dari Bang Yanto (YT) Farm milik Suyanto (42) bukan kali pertama. Pada tahun 2025 ini, adalah kali ketiga.

Dua kali sebelumnya dibeli oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2022 dan 2024. Ketiga ekor sapi qurban presiden dari kadang Bang YT Farm, akan diantar ke Kota Binjai, Kabupaten Pakpakbharat, dan Humbang Hasundutan.

Jenis ketiga ekor sapi qurban itu berbeda. Pertama, jenis Pegon persilangan Brahmana dengan Simental.

Kedua jenis Limousin, dan yang ketiga jenis Simental. Atas terpilihnya sapi super premium dari Bang YT Farm, pemilik ternak dengan nama lengkap Suyanto mengucapkan puji syukur.

"Alhamdulillah, di tahun 2025 untuk yang ketiga kalinya sapi di kandang kami Bang Yanto Farm terpilih untuk menjadi sapi qurban Presiden Indonesia, Bapak Prabowo Subianto," kata pria yang akrab disapa Yanto, Jum'at (23/5/2025).

"Tahun ini ada sebanyak tiga ekor sapi kami dibeli oleh Bapak Presiden. Dan pemilihan sapi qurban pada tahun 2025 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di tahun 2025 ini ketepatan presiden untuk sapi qurban, menambah jumlahnya," sambungnya.

Pada tahun 2024, menurut Yanto, setiap provinsi memberikan seekor sapi qurban dari peternak terbaik dengan bobot hingga 1 ton lebih. Namun untuk tahun ini, setiap kabupaten/kota dapat memberikan seekor sapi qurban Presiden Indonesia dari peternak terbaik untuk dilakukan seleksi.

"Jadi seperti di Sumatera Utara, ada 34 kabupaten/kota, artinya ada 34 ekor sapi qurban dari presiden. Dan Alhamdulillah dari kandang kami Bang YT Farm, ada 3 ekor sapi," katanya.

"Untuk bobot ada kriterianya. Dari Bapak Presiden Indonesia, paling minim bobotnya 800 kilogram. Dan Alhamdulillah ketiga sapi qurban kami ini bobotnya lebih kilogram," sambung Yanto.

Untuk harga jual sapi qurban presiden ke Kabupaten Humbahas dibanderol Rp90 juta. Sementara untuk Kota Binjai Rp85 juta dan untuk Kabupaten Pakpakbharat sebese Rp83 juta.

Yanto awalnya berpikir kalau sapi qurban presiden masih seperti tahun sebelumnya. Yakni, satu provinsi, satu ekor.

Namun, Yanto mendapat informasi bahwa ada program pemerintah tentang ketahanan pangan. Di mana, sapi qurban presiden menjadi seekor setiap kabupaten/kota.

"Ketepatan sapi qurban punya kami besar-besar, setiap kabupaten/kota bebas memilih. Jika di daerahnya ada yang besar-besar, boleh diambil di daerahnya. Tapi kalau tidak boleh diambil dari daerah lain," beber Yanto.

"Dan kebetulan di Kabupaten Humbahas dan Pakpak Bharat tidak ada bobot yang 800 kilogram, dan kami sering posting-posting, mereka memilih mengambil sapi qurban presiden di kandang kami," tambahnya.

Yanto mewakili peternak lainnya yang sapinya dibeli Presiden Indonesia untuk diqurbankan, mengucapkan terima kasih banyak. "Kepada pemerintah terkhusus Bapak Presiden Prabowo Subianto, menjalankan program ketahanan pangan yang membuat kami peternak-peternak sapi, khususnya sapi-sapi besar, membuat kami semakin terpacu lebih semangat untuk memelihara sapi-sapi besar," serunya.

Ada beberapa tahapan pemeriksaan sebelum ketiga sapi qurban milik Yanto dipilih Presiden Prabowo Subianto. "Ada pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter hewan, salah satunya sampel darah, air liur, dan kotorannya," kata Yanto.

Ia menambahkan, membuat sapi menjadi besar dan sehat, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama pemilihan bibit, kedua perawatan dan terakhir pakan sapi.

"Kita harus tau sapi ini bangsa besar bisa mencapai satu ton kah, itu harus dipilih betul-betul. Dan kita belajar dari pengalaman selama melihara sapi. Jadi kita tau sapi yang model besar seperti apa dan bagaimana. Kemarin kami pas, gak salah pilih tenyata. Selain pemilihan bibit, kemudian perawatan serta pakan. Jadi tiga ini harus kita kuasai, agar kita bisa mencapai sapi yang kita inginkan," urai Yanto.

Ia juga mengajak sesama peternak, agar saling sharing dan berbagi ilmu. Tujuannya tahun depan, agar sapi dari peternak-peternak lain terpilih mejadi sapi qurban Presiden Indonesia.

"Mudah-mudahan seterusnya, kita juga mengajak ke rekan-rekan peternak mari saling sharing sama kawan, berbagi ilmu, untuk menjadi motivasi. Agar supaya siapa tahu di tahun depan atau tahun berikutnya, peternak-peternak yang lain, sapinya terpilih menjadi sapi qurban Presiden Indonesia," tandasnya. (ted/han)

 

Editor : Johan Panjaitan
#presiden prabowo subianto #sapi qurban #idul adha