Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kereta Api Vs Toyota Calya, 3 Nyawa Melayang

Juli Rambe • Minggu, 27 Juli 2025 | 19:30 WIB
RUSAK: Mobil yang ditumpabgi rusak parah setelah laga dengan kereta api di Simalungun. (Dok: istimewa for Sumut Pos)
RUSAK: Mobil yang ditumpabgi rusak parah setelah laga dengan kereta api di Simalungun. (Dok: istimewa for Sumut Pos)

 

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO- Derit kereta api yang melintas di sore hari berubah menjadi tangisan duka ketika tragedi menimpa sebuah keluarga di perlintasan sebidang tanpa palang pintu KM 115+0/1. 

Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang melalui Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, kecelakaan terjadi antara Kereta Api 2803 Kisaran Express dengan mobil Toyota Calya BK 1721 RZ pada Sabtu sore, 26 Juli 2025, pukul 15.48 WIB. Dan merenggut tiga nyawa dan melukai tujuh orang lainnya. 

"Begitu mendapat laporan, kami langsung menggerakkan seluruh kekuatan untuk melakukan evakuasi dan penanganan korban. Ini bukan sekadar tugas, tetapi panggilan kemanusiaan untuk membantu sesama yang sedang tertimpa musibah," ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu, 27 Juli 2025.

Tragedi yang terjadi di perlintasan kereta api tersebut melibatkan mobil Toyota Calya BK 1721 RZ yang dikemudikan Yusni Marzuki Sinaga (43) yang membawa sembilan penumpang dari Binjai menuju suatu tujuan. 

Korban yang meninggal dunia adalah Siti Marlina (40) dan anaknya M. Alzam (2), serta Zulkifli (30), yang semuanya berasal dari Jalan Gunung Kidul, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai. 

Sementara pengemudi Yusni Marzuki Sinaga mengalami luka berat bersama enam penumpang lainnya yang kini menjalani perawatan di RS Karya Husada.

"Momen paling menyentuh adalah ketika kami melihat para korban yang selamat, terutama anak-anak M Farel Ansori (16), Atha Nugraha Sinaga (14), Adeeva Varisa Zahra Sinaga (10), dan Yasmin (2)," ucap AKP Verry Purba. 

Saksi mata Candra Agustian (41), yang mengendarai mobil Mobilio abu-abu BK 1426 RU tepat di belakang mobil korban, menjadi orang pertama yang memberikan pertolongan. "Saya langsung menuju mobil Calya dan melihat kondisi yang sangat memprihatinkan. Sopir tidak sadarkan diri, dan beberapa penumpang sudah tidak bernyawa," ungkap Candra dengan mata berkaca-kaca.

Reaksi cepat masyarakat dan personel Polres Simalungun dalam memberikan pertolongan pertama menjadi kunci penyelamatan korban yang masih hidup. Ambulans segera dipanggil untuk membawa korban ke RS Karya Husada, sementara tim penyelidik mulai mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan saksi.

Kerugian material akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp 75 juta, dengan kerusakan parah pada sisi kiri mobil Calya meliputi kaca depan, kaca samping kiri, bumper depan, pintu sebelah kiri, dan ban sebelah kiri. Sementara Kereta Api 2803 Kisaran Express tidak mengalami kerusakan berarti.

Kereta Api 2803 Kisaran Express yang dikemudikan masinis Hardian S. datang dari arah Asahan menuju Medan saat benturan fatal itu terjadi.

"Saat kami tiba di TKP, pemandangan yang kami saksikan sangat menyayat hati. Mobil Calya terseret sekitar 50 meter dan tercampak ke sebelah kanan rel. Kami langsung fokus pada evakuasi korban yang masih hidup," ungkap Kapolsek Perdagangan AKP Ibrahim Sopi yang pertama kali mendapat informasi dari masyarakat melalui telepon.

Dalam investigasi lanjutan, polisi menetapkan pengemudi mobil Calya sebagai pihak yang dipersalahkan karena melanggar Pasal 310 ayat (4) UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

"Perlintasan sebidang tanpa palang pintu memang rawan, tetapi pengendara harus lebih berhati-hati," jelas AKP Ibrahim Sopi.

Polres Simalungun kini tengah menjalankan rencana tindak lanjut yang komprehensif, mulai dari pemeriksaan TKP mendalam, wawancara saksi, koordinasi dengan Jasa Raharja untuk klaim asuransi korban, hingga gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian di perlintasan kereta api, sekaligus menunjukkan dedikasi Polres Simalungun dalam melayani masyarakat di saat-saat paling sulit sekalipun. (mag-7/ram)

Editor : Juli Rambe
#simalungun #Kecelakaan Kereta Api #Kereta Api vs Mobil