Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Terancam Waktu, Istana Niat Lima Laras Didorong Bangkit Kembali sebagai Ikon Budaya Batubara

Johan Panjaitan • Kamis, 26 Maret 2026 | 16:30 WIB

Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si saat kunjungan  kerja ke Istana Niat Lima Laras di Kecamatan Nibung Hangus, Rabu (25/03/2026). (Komimfo.Batubara/ Sumut Pos).
Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si saat kunjungan kerja ke Istana Niat Lima Laras di Kecamatan Nibung Hangus, Rabu (25/03/2026). (Komimfo.Batubara/ Sumut Pos).

BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com-Di tengah usia yang kian menua dan ancaman kerusakan yang tak terelakkan, Istana Niat Lima Laras kembali menjadi sorotan. Pemerintah Kabupaten Batu Bara kini mendorong percepatan revitalisasi situs bersejarah tersebut agar tidak sekadar menjadi peninggalan, tetapi hidup kembali sebagai simbol identitas dan kebanggaan daerah.

Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi di Kecamatan Nibung Hangus, Rabu (25/3/2026). Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sinyal kuat bahwa pelestarian warisan budaya harus menjadi prioritas.

Didampingi sejumlah pejabat daerah serta perwakilan legislatif, termasuk staf DPR RI dari Partai Gerindra, rombongan disambut oleh keturunan Kedatukan setempat yang memaparkan sejarah panjang istana tersebut—sebuah jejak peradaban yang tak ternilai.

Baca Juga: Viral Nyabu di Pinggir Jalan, Pelaku Dibekuk di Binjai Utara

“Revitalisasi ini penting, bukan hanya untuk mengembalikan kejayaan istana, tetapi juga menjadikannya sebagai daya tarik wisata budaya di Batu Bara,” ujar Baharuddin.

Pernyataan itu mengandung urgensi. Sebab, kondisi fisik bangunan yang terus menurun berisiko menghapus jejak sejarah yang selama ini menjadi bagian dari identitas lokal. Tanpa langkah konkret, bukan tidak mungkin istana ini hanya akan tinggal cerita.

Lebih jauh, Baharuddin menekankan bahwa upaya revitalisasi sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam menjaga situs bersejarah sebagai bagian dari jati diri bangsa. Ia juga mengingatkan, di Sumatera Utara, hanya tersisa dua istana bersejarah yang masih berdiri—Istana Maimun dan Istana Niat Lima Laras.

Fakta tersebut menempatkan istana ini pada posisi yang sangat strategis—bukan hanya bagi Batu Bara, tetapi juga bagi warisan budaya Sumatera Utara secara keseluruhan.

Baca Juga: Dua Ranperda Strategis Disetujui, Pemko dan DPRD Siantar Perkuat Arah Pembangunan Sosial

Karena itu, Bupati berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah pusat dan legislatif untuk mempercepat proses revitalisasi. Ia mengingatkan, waktu menjadi faktor krusial.

“Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan bisa semakin parah hingga berpotensi runtuh. Itu berarti kita kehilangan nilai sejarah dan budaya yang tak tergantikan,” tegasnya.(lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
#istana #warisan budaya #revitalisasi