Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pemancing Temukan Mayat Lansia di Sungai Aek Baringin, Diduga Hanyut Usai Hujan Deras

Johan Panjaitan • Senin, 30 Maret 2026 | 14:00 WIB

Petugas bersama warga saat melakukan evakuasi jasad korban (Indra / Sumut Pos).
Petugas bersama warga saat melakukan evakuasi jasad korban (Indra / Sumut Pos).

LABURA, Sumutpos.jawapos.com-Suasana tenang di aliran Sungai Aek Baringin, Lingkungan Aek Baringin, Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, mendadak berubah mencekam. Seorang pemancing menemukan sesosok mayat perempuan tersangkut di pelepah sawit, Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada warga dan pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas bersama masyarakat turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Jasad korban kemudian diangkat dari sungai ke daratan.

Korban diketahui berinisial D. Siahaan (63), seorang perempuan lanjut usia yang merupakan warga setempat. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke Puskesmas Bandar Durian untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Polairud Batu Bara Perketat Patroli, Menjaga Wisata Bahari dari Risiko yang Tak Terlihat

Berdasarkan dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat hanyut terbawa arus sungai yang meningkat drastis usai hujan lebat mengguyur wilayah Aek Natas dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Lingkungan Aek Baringin, Arifin, mengungkapkan bahwa peristiwa nahas tersebut diduga terjadi sehari sebelumnya, Sabtu (28/3/2026). Saat itu, intensitas hujan tinggi menyebabkan debit air sungai melonjak dan arus menjadi sangat deras.

“Korban baru pulang dari kebun dan mencoba menyeberangi sungai untuk kembali ke rumah. Namun arus yang kuat diduga menyeret korban hingga ratusan meter,” ujar Arifin.

Korban diketahui bekerja sebagai buruh harian dan tinggal bersama dua cucunya. Aktivitas sehari-harinya kerap mengharuskannya menyeberangi sungai demi mencari nafkah.

Baca Juga: Dorong Kemandirian Energi, Kementan Percepat Hilirisasi Pertanian untuk Pengembangan Biofuel dan Bioetanol

Ironisnya, hingga malam hari setelah kejadian, keluarga belum menyadari korban hilang sehingga tidak ada laporan yang masuk lebih awal kepada perangkat lingkungan.

“Setelah dievakuasi dan dikenali, barulah diketahui bahwa korban adalah warga kami,” tambah Arifin.

Usai proses penanganan, jenazah korban telah dibawa ke rumah anaknya di Desa Aek Pamingke untuk disemayamkan.(ind/han)

Editor : Johan Panjaitan
#hanyut #mayat #sungai #lansia