Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siapa Bilang Butter dan Margarin Itu Sama, Ini Bedanya!

R
Penulis: Redaksi❯

Ilustrasi, butter selintas sama dengan margarin, padahal sejatinya memiliki banyak perbedaan. (freepik.com)
Ilustrasi, butter selintas sama dengan margarin, padahal sejatinya memiliki banyak perbedaan. (freepik.com)


Advertisement

sumutpos.jawapos.com - Banyak yang bingung membedakan butter dan margarin hingga mereka mengaggapnya sama saja.

Setidaknya, butter dan margarin, sama-sama dua bahan yang sering digunakan untuk memasak dan membuat kue.

Padahal, butter dan margarin jelas beda. Ini bisa dilihat dari beberapa aspek, mulai dari bahan dasarnya hingga kemasannya.

Advertisement

Melansir Food Network, Rabu (25/2/2026), margarin dibuat dari lemak nabati atau hewani, atau kombinasi keduanya yang dicampur dengan minyak dan kadang-kadang susu.

Sementara, butter atau mentega merupakan produk olahan susu yang dibuat dari krim susu atau susu murni.

Berikut beberapa aspek lain yang membedakan butter dan margarin:

Advertisement

1. Rasa
Butter memiliki rasa yang lebih kaya dibandingkan margarin.

2. Tekstur
Butter lebih lembut dan kaya tekstur, sedangkan margarin cenderung lebih berminyak.

3. Warna
Butter umumnya berwarna kuning muda hingga kuning tua, tergantung dari pakan hewan penghasil susu. Margarin sering kali diberi pewarna kuning agar menyerupai butter.

4. Titik leleh
Butter meleleh pada suhu sekitar 93°F (34°C) dan mudah terbakar, sedangkan margarin meleleh pada suhu yang sedikit lebih tinggi, sehingga lebih cocok untuk memanggang.

5. Pengemasan
Butter biasanya dijual dalam bentuk batangan atau balok, sedangkan margarin bisa berbentuk batangan atau dikemas dalam wadah.

Sebagai informasi, margarin juga bisa mengandung perasa, pewarna, pengawet, pengemulsi, atau tambahan vitamin.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), margarin harus mengandung setidaknya 80 persen lemak.

Jika kandungan lemaknya kurang dari 80 persen, maka produk tersebut hanya dianggap sebagai olesan krim (spread).

Sementara, menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), butter harus mengandung setidaknya 80 persen lemak susu, tidak lebih dari 16 persen air, dan 2-4 persen padatan susu.

Butter juga bisa mengandung garam tambahan, biasanya hingga 2,5 persen.

Butter Eropa memiliki kadar lemak susu yang lebih tinggi dibandingkan dengan butter biasa, yaitu sekitar 82-86 persen, dan seringkali memiliki sedikit atau bahkan tanpa tambahan garam. (lin)

Advertisement

Artikel Terkait

Diary of Yoga Ajak Warga Medan Seimbangkan Fisik dan Pikiran

Diary of Yoga Ajak Warga Medan Seimbangkan Fisik dan Pikiran

Diary of Yoga mengajak warga Medan menyeimbangkan fisik dan pikiran melalui latihan yoga bersama untuk membangun gaya hidup sehat.

Berat Badan di Atas 100 Kg Bukan Alasan Berhenti Bergerak

Berat Badan di Atas 100 Kg Bukan Alasan Berhenti Bergerak

Berat badan di atas 100 kg bukan alasan berhenti bergerak. KBB100KG membuktikan olahraga bisa dilakukan bersama dengan cara yang menyenangka

Ini Kebiasaan Orang di Kolam Renang yang Seharusnya Dihindari

Ini Kebiasaan Orang di Kolam Renang yang Seharusnya Dihindari

Berenang punya aturan keselamatan. Hindari kebiasaan ini agar tetap sehat, aman, dan terhindar dari risiko cedera maupun penyakit.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer