Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dokter Anak Ingatkan Risiko Mudik Jauh Naik Motor bagi Anak

Redaksi • Selasa, 17 Maret 2026 | 04:00 WIB

suasana mudik di jalanan jelang Lebaran 2026. (Instagram @jkt.spot)
suasana mudik di jalanan jelang Lebaran 2026. (Instagram @jkt.spot)

sumutpos.jawapos.com - Musim mudik Lebaran selalu identik dengan perjalanan panjang menuju kampung halaman. Namun, dokter anak mengingatkan agar orang tua lebih berhati-hati jika membawa anak dalam perjalanan jauh, terutama menggunakan sepeda motor.

Melansir Instagram @pandemictalks, Senin (16/3/2026), Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengimbau para orang tua untuk tidak membawa anak mudik menggunakan sepeda motor dalam perjalanan yang memakan waktu berjam-jam.

Menurutnya, perjalanan panjang dengan motor memiliki risiko keselamatan yang tinggi bagi anak. Selain rentan terhadap kecelakaan, anak juga bisa mengalami kelelahan berat selama perjalanan.

“Anak bisa mengantuk di perjalanan, kelelahan ekstrem, bahkan kondisi itu bisa menurunkan daya tahan tubuh mereka,” ujarnya.

Ia menyarankan agar orang tua mempertimbangkan moda transportasi lain yang lebih aman dan nyaman bagi anak. Dengan transportasi yang lebih memadai, kebutuhan istirahat anak selama perjalanan juga dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Selain faktor kendaraan, Piprim juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan anak selama perjalanan mudik. Orang tua diminta memastikan anak mendapat asupan cairan yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi.

Ia juga menyarankan agar orang tua menyiapkan perlengkapan P3K sederhana sebelum berangkat. Beberapa obat dasar yang dianjurkan antara lain obat penurun demam, obat diare, hingga salep untuk mengatasi gigitan serangga.

Senada dengan IDAI, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut mengajak masyarakat mewujudkan konsep “Mudik Ramah Anak”. Hal ini dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan dan perlindungan anak dari berbagai risiko, baik risiko fisik maupun potensi kekerasan di ruang publik selama musim mudik Lebaran.

KPAI menilai keselamatan anak harus menjadi perhatian utama keluarga saat melakukan perjalanan jarak jauh, termasuk dalam menentukan moda transportasi yang digunakan.

Imbauan tersebut ramai dibahas warganet di media sosial. Banyak yang setuju bahwa keselamatan anak harus menjadi prioritas utama saat mudik.

“Setuju sih. Kasihan anak kalau harus duduk lama di motor, panas, capek, belum lagi kalau macet,” tulis netizen.

Namun ada juga warganet yang menilai kondisi ekonomi membuat sebagian keluarga tidak punya banyak pilihan.

“Kadang bukan mau nekat, tapi karena kemampuan. Tiket transportasi lain mahal, jadi motor jadi satu-satunya pilihan,” komentar netizen lainm

Sementara itu, netizen lainnya mengingatkan agar pemerintah juga ikut memikirkan solusi transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Kalau memang disarankan jangan naik motor, berarti transportasi umum harus lebih murah dan mudah diakses,” tulis netizen yang lain.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa keselamatan anak saat mudik menjadi perhatian banyak pihak, sekaligus mengingatkan pentingnya pilihan transportasi yang aman dan ramah bagi keluarga. (lin)

Editor : Redaksi
#Mudik 2026 #kesehatan anak #mudik lebaran #mudik aman #tips mudik