Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Krisis Literasi AS, Siswa Kesulitan Membaca dan Menulis

R
Penulis: Redaksi❯
Ilustrasi. Krisis literasi melanda AS.(Instagram @pandemictalks).
Ilustrasi. Krisis literasi melanda AS.(Instagram @pandemictalks).

Advertisement

 

sumutpos.jawapos.com - Sejumlah guru di Amerika Serikat mengungkapkan kekhawatiran terhadap kemampuan literasi siswa yang dinilai semakin menurun. Murid dari tingkat sekolah dasar hingga menengah disebut masih mengalami kesulitan dalam membaca, memahami teks, hingga menulis secara dasar.

Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (18/9/2026), beberapa guru mengaku menghadapi kondisi yang memprihatinkan di ruang kelas. Salah seorang guru menyebut, “Anak-anak sekolah dasar tidak bisa membaca.” Sementara itu, guru kelas 7 lainnya mengatakan bahwa kemampuan sebagian siswanya masih berada pada tingkat membaca setara kelas 4.

Advertisement

Permasalahan tersebut menjadi perhatian karena kemampuan membaca menjadi fondasi utama dalam proses pembelajaran. Ketika siswa mengalami hambatan memahami bacaan, mereka juga berpotensi kesulitan mengikuti pelajaran lain yang membutuhkan kemampuan memahami informasi tertulis.

Penelitian terbaru yang dikutip dari Yale Daily News menunjukkan bahwa krisis literasi di Amerika Serikat terus meningkat. Kemampuan membaca siswa kelas tiga dilaporkan mengalami penurunan, sementara banyak siswa kelas empat belum mencapai standar kemampuan membaca dasar.

Advertisement

Sekitar 40 persen siswa kelas empat disebut memiliki kemampuan membaca di bawah tingkat dasar. Kondisi ini membuat mereka kesulitan menemukan ide utama dalam sebuah bacaan, memahami hubungan antar informasi, hingga menarik kesimpulan sederhana dari teks yang dibaca.

Para pendidik menilai penurunan kemampuan literasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan pola belajar, dampak pandemi terhadap pendidikan, hingga tantangan dalam meningkatkan minat baca siswa.

Krisis literasi ini menjadi tantangan besar bagi sistem pendidikan Amerika Serikat. Sekolah, guru, dan keluarga dituntut memperkuat kembali kebiasaan membaca serta memberikan dukungan tambahan agar siswa mampu mengejar ketertinggalan kemampuan dasar mereka.

Upaya meningkatkan literasi tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca kata demi kata, tetapi juga memastikan siswa mampu memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi yang mereka baca dalam kehidupan sehari-hari.(lin)

Advertisement

Artikel Terkait

LPS I Medan Bekali Generasi Muda Literasi Keuangan dan Usaha

LPS I Medan Bekali Generasi Muda Literasi Keuangan dan Usaha

LPS I Medan menggelar workshop literasi keuangan dan kewirausahaan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman finansial dan usaha.

Pegadaian Gelar Literasi Keuangan untuk Mahasiswa

Pegadaian Gelar Literasi Keuangan untuk Mahasiswa

Pegadaian Kanwil I Medan menggelar literasi keuangan untuk mahasiswa dan masyarakat. Acara di plaza medan fair hingga 30 agustus.

FK USU Dorong PHBS dan Literasi Digital Anak Usia Dini lewat Game Scratch hingga Tong Sampah Pintar

FK USU Dorong PHBS dan Literasi Digital Anak Usia Dini lewat Game Scratch hingga Tong Sampah Pintar

FK USU mengedukasi 40 siswa RA Amanah Langkat tentang PHBS, pemilahan sampah, dan literasi digital melalui Game Scratch,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer