Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gaji Korea Selatan Dibandingkan Indonesia, Daya Beli Jadi Sorotan

R
Penulis: Redaksi❯
Perbandingan gaji dan biaya hidup Indonesia-Korea Selatan viral.(Instagram @pandemictalks)
Perbandingan gaji dan biaya hidup Indonesia-Korea Selatan viral.(Instagram @pandemictalks)

Advertisement

sumutpos.jawapos.com - Perbandingan biaya hidup di Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) menjadi perbincangan hangat di media sosial. Diskusi yang awalnya membahas besaran gaji dan harga kebutuhan pokok tersebut berkembang menjadi sorotan terhadap daya beli masyarakat, khususnya di Indonesia.

Melansir Instagram @pandemictalks, Selasa (3/11/2026), perbincangan ini bermula dari unggahan akun warga Indonesia di Threads yang membagikan informasi mengenai gaji bulanan pekerja di Korea Selatan, lengkap dengan perbandingan harga sejumlah kebutuhan pokok di negara tersebut.

Unggahan itu kemudian memancing perhatian warganet. Salah seorang netizen Korea Selatan bahkan ikut membandingkan biaya hidup di Seoul dan Jakarta melalui akun X miliknya.

Dalam perbandingan tersebut, ia mempertanyakan apakah seseorang yang memperoleh gaji sebesar itu, sekalipun bekerja keras, masih memiliki peluang untuk membeli rumah di Indonesia.

Pertanyaan tersebut kemudian memantik diskusi lebih luas. Bukan sekadar membandingkan nominal gaji atau harga barang, tetapi juga mempertanyakan seberapa besar hasil kerja seseorang mampu memenuhi kebutuhan hidup dan membangun kesejahteraan.

Advertisement

Diskusi tersebut viral dan bahkan menarik perhatian pengguna forum daring Korea Selatan, Theqoo.

Banyak netizen menyoroti ketimpangan antara penghasilan dan pengeluaran sehari-hari di kedua negara. Perbedaan tingkat pendapatan dinilai menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, menabung, hingga memiliki tempat tinggal.

Persoalannya, tingginya biaya hidup bukan hanya diukur dari mahal atau murahnya harga barang. Kemampuan membeli kebutuhan tersebut sangat bergantung pada pendapatan yang diterima masyarakat.

Harga kebutuhan pokok yang terlihat lebih mahal di satu negara belum tentu lebih membebani penduduknya apabila pendapatan mereka juga jauh lebih tinggi.

Sebaliknya, harga barang yang relatif murah tidak otomatis membuat kehidupan masyarakat lebih sejahtera jika sebagian besar penghasilan habis untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Advertisement

Artikel Terkait

KP-GTI dan Bulog Medan Bersinergi Salurkan Pangan, Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

KP-GTI dan Bulog Medan Bersinergi Salurkan Pangan, Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

KP-GTI dan Bulog Medan bersinergi menyalurkan pangan kepada masyarakat untuk menjaga pasokan, menekan inflasi, dan mempertahankan daya beli

Disperindag ESDM Sumut Intensif Pantau Harga Pangan, Pastikan Pasokan Aman dan Daya Beli Terjaga

Disperindag ESDM Sumut Intensif Pantau Harga Pangan, Pastikan Pasokan Aman dan Daya Beli Terjaga

Disperindag ESDM Sumut pantau harga pangan dan pastikan pasokan aman untuk jaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat tetap terjaga.

Ratusan Ribu Warga Prancis Demo, Protes Biaya Hidup dan Pendidikan

Ratusan Ribu Warga Prancis Demo, Protes Biaya Hidup dan Pendidikan

Ratusan ribu warga Prancis turun ke jalan memprotes biaya hidup dan buruknya pendidikan. Aksi meluas, disertai bentrokan dan perusakan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer