Polemik Sepatu Sekolah Rakyat Kian Panas, Netizen Pertanyakan Transparansi Anggaran

sumutpos.jawapos.com – Polemik pengadaan sepatu untuk Program Sekolah Rakyat terus bergulir. Setelah ramai diperbincangkan di media sosial karena nilai anggaran yang dinilai fantastis, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul akhirnya mengakui bahwa sumber daya manusia (SDM) di Kementerian Sosial (Kemensos) memang belum sepenuhnya siap menangani pengadaan barang dan jasa dalam skala besar.
Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (8/5/2026), pengakuan itu disampaikan Gus Ipul usai mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan jajaran Kemensos, Jumat (8/5/2026).
Di tengah sorotan publik terkait anggaran sepatu Sekolah Rakyat yang disebut mencapai Rp27 miliar, Gus Ipul mengatakan Kemensos membutuhkan penguatan tata kelola agar program strategis pemerintah tidak tersandung persoalan hukum maupun dugaan korupsi.
“Kami belum memiliki sumber daya yang cukup untuk bisa melaksanakan pengadaan barang dan jasa yang kemungkinan ke depan anggarannya akan semakin besar,” ujar Gus Ipul.
Menurut dia, berdasarkan data dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), posisi Kemensos masih berada di peringkat ke-167 dari lebih 600 instansi dalam pengelolaan pengadaan barang dan jasa. Karena itu, pihaknya meminta masukan langsung kepada KPK terkait pola pengawasan dan kemungkinan menggunakan agen pengadaan dari instansi lain.
Gus Ipul menegaskan pihaknya tidak ingin Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo justru tercoreng oleh praktik penyelewengan anggaran.
Sebelumnya, publik ramai menyoroti dokumen pengadaan yang mencantumkan harga sepatu siswa dan guru Sekolah Rakyat hingga Rp700 ribu per pasang untuk beberapa kategori. Angka tersebut kemudian memicu kritik warganet yang menilai harga itu terlalu tinggi untuk kebutuhan sekolah.
Namun Kemensos membantah angka tersebut merupakan harga final. Gus Ipul menjelaskan nominal Rp700 ribu masih berupa pagu atau batas atas anggaran sebelum proses lelang dilakukan.
Ia mengatakan mekanisme pengadaan dimulai dari penyusunan pagu anggaran, lalu Harga Perkiraan Sendiri (HPS), hingga tender terbuka yang biasanya menghasilkan harga lebih rendah dari perencanaan awal.
Dalam penjelasan Kemensos, sejumlah harga hasil pengadaan disebut berada di bawah pagu, seperti sepatu olahraga siswa Rp447 ribu, sepatu harian SD Rp250 ribu, dan sepatu PDL siswa Rp640 ribu.



