
sumutpos.jawapos.con - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapkan bahwa faktor terbesar warga negara Indonesia (WNI) memilih melepas kewarganegaraannya bukan disebabkan sulitnya memperoleh pekerjaan di dalam negeri, melainkan karena faktor pernikahan dengan warga negara asing (WNA).
Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (29/7/2026), menurut Mukhtarudin, informasi yang diterimanya dari Kementerian Imigrasi menunjukkan bahwa banyak WNI yang mengajukan perubahan status kewarganegaraan setelah menikah dengan pasangan dari negara lain. Fenomena tersebut terjadi pada sejumlah negara, termasuk Turki dan beberapa negara lainnya.
"Faktor terbesar karena menikah dengan warga negara asing," ujar Mukhtarudin saat memberikan keterangan terkait isu perpindahan kewarganegaraan WNI.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan yang menyebut tingginya angka pelepasan kewarganegaraan disebabkan oleh keterbatasan lapangan kerja atau sulitnya mencari penghasilan di Indonesia.
Mukhtarudin menilai narasi tersebut tidak sesuai dengan data yang dimiliki pemerintah. Menurut dia, keputusan seseorang untuk berpindah kewarganegaraan memiliki berbagai latar belakang, salah satunya faktor keluarga dan ikatan perkawinan internasional.
"Kalau ada yang menyebut karena lapangan kerja, datanya tidak seperti itu," katanya.
Ia menjelaskan, perpindahan kewarganegaraan merupakan hak setiap individu yang telah diatur dalam sistem hukum Indonesia. Namun, proses pelepasan status sebagai WNI tidak dapat dilakukan secara mudah karena terdapat mekanisme dan persyaratan yang harus dipenuhi.
Pemerintah, kata Mukhtarudin, tetap menghormati keputusan setiap warga negara selama proses tersebut dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Pelepasan kewarganegaraan Indonesia diatur dalam peraturan perundang-undangan dan melibatkan sejumlah tahapan administrasi. Seseorang yang ingin kehilangan status sebagai WNI harus memenuhi persyaratan tertentu, termasuk tidak memiliki kewarganegaraan ganda yang tidak diperbolehkan oleh hukum Indonesia.



