Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Potret Matahari Merah Viral di Media Sosial

R
Penulis: Redaksi❯
Potret Matahari merah yang viral di media sosial. (Instagram @pandemictalks)
Potret Matahari merah yang viral di media sosial. (Instagram @pandemictalks)

Advertisement

 

sumutpos.jawapos.com - Fenomena matahari tampak berwarna merah di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perbincangan warganet setelah sejumlah foto dan video penampakan tersebut beredar luas di media sosial.

Melansir Instagram @pandemictalks, Selasa (25/8/2026), salah satu unggahan yang mencuri perhatian berasal dari seorang pengguna Threads di Palangka Raya pada 20 Agustus 2026. Dalam unggahan akun @srimuliati820, terlihat matahari berwarna kemerahan saat sore hari dengan keterangan, “Ya Allah, matahari Palangka Raya sore tadi.”

Advertisement

Unggahan tersebut kemudian menyebar dan memicu warga dari berbagai daerah untuk membagikan pengalaman serupa. Sejumlah netizen mengaku melihat penampakan matahari berwarna merah di wilayah Gresik, Purwokerto, Banjarmasin, hingga pengguna jalan yang melihat fenomena tersebut ketika melintas di tol arah Semarang dari Jakarta.

Fenomena serupa juga disebut muncul di beberapa daerah lain pada waktu berbeda, termasuk laporan penampakan matahari merah pada pagi hari di awal Agustus 2026.

Advertisement

Kemunculan matahari yang terlihat merah sebenarnya dapat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer. Ketika terdapat partikel, debu, asap, kabut, atau aerosol dalam jumlah tertentu di udara, cahaya Matahari dapat mengalami perubahan penyebaran sehingga warna dengan panjang gelombang lebih pendek seperti biru lebih banyak tersebar, sementara warna merah dan jingga tampak lebih dominan.

Kondisi atmosfer akibat kebakaran hutan dan lahan, polusi udara, aktivitas vulkanik, maupun faktor cuaca tertentu juga dapat membuat warna matahari terlihat berbeda dari biasanya.

Di media sosial, fenomena langka ini mengundang beragam reaksi warga. Sebagian netizen mengaku kagum melihat perubahan warna matahari yang tampak tidak biasa, sementara sebagian lainnya merasa penasaran dan mengaitkannya dengan kondisi udara di daerah masing-masing.

Meski terlihat menarik secara visual, masyarakat tetap diimbau memperhatikan kualitas udara apabila fenomena tersebut muncul bersamaan dengan kabut asap atau penurunan jarak pandang.(lin)

Advertisement

Artikel Terkait

Jangan Takut Hitam! Ini Ragam Manfaat Sinar Matahari bagi Kesehatan: Dimulai dari Meringankan Depresi

Jangan Takut Hitam! Ini Ragam Manfaat Sinar Matahari bagi Kesehatan: Dimulai dari Meringankan Depresi

Paparan sinar matahari pagi 5–15 menit beberapa kali seminggu bermanfaat untuk suasana hati, tulang, tidur, kulit, hingga pencegahan kanker.

Perempuan Spanyol yang Mengklaim Kepemilikan Matahari Jadi Sorotan Dunia

Perempuan Spanyol yang Mengklaim Kepemilikan Matahari Jadi Sorotan Dunia

Kisah unik perempuan Spanyol yang mengklaim Matahari sebagai miliknya dan sempat mengusulkan pajak bagi seluruh pengguna sinarnya.

Fenomena Langka Matahari Tepat di Atas Ka’bah Diprediksi Terjadi Saat Hari Arafah 2026

Fenomena Langka Matahari Tepat di Atas Ka’bah Diprediksi Terjadi Saat Hari Arafah 2026

Fenomena astronomi langka diprediksi terjadi saat Hari Arafah 2026 ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah. Momen rashdul qiblah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer