Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Krisis Energi Filipina, Warga Terpaksa Jalan Kaki, Netizen Indonesia Ikut Soroti

Redaksi • Kamis, 26 Maret 2026 | 14:00 WIB

Di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan terganggunya transportasi umum, banyak warga Filipina terpaksa berjalan kaki ke tempat kerja. (Instagram @indonesiamengaji.id)
Di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan terganggunya transportasi umum, banyak warga Filipina terpaksa berjalan kaki ke tempat kerja. (Instagram @indonesiamengaji.id)

sumutpos.jawapos.com - Dampak darurat energi yang melanda Filipina kini terasa langsung di kehidupan sehari-hari warganya. Di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan terganggunya transportasi umum, banyak warga terpaksa berjalan kaki ke tempat kerja.

Melansir Instagram @lambegosiip, Kamis (26/3/2026), pemandangan tak biasa terlihat di sejumlah kota besar. Jalanan yang biasanya dipenuhi kendaraan kini justru dipadati pejalan kaki. Para pekerja, pelajar, hingga pedagang memilih berjalan kaki karena kendaraan umum berkurang drastis akibat minimnya pasokan BBM.

Kondisi ini terjadi setelah pemerintah menetapkan status darurat energi nasional menyusul terganggunya pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah. Negara yang sangat bergantung pada impor energi itu langsung merasakan efek domino ketika distribusi terganggu.

Bagi sebagian warga, berjalan kaki bukan sekadar pilihan, melainkan keterpaksaan. Ongkos transportasi melonjak tajam, sementara ketersediaan kendaraan semakin terbatas. Banyak yang harus berangkat lebih pagi dan menempuh jarak jauh demi tetap bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup.

“Saya biasanya naik kendaraan umum, tapi sekarang sulit dan mahal. Mau tidak mau harus jalan kaki hampir satu jam,” ujar seorang pekerja dalam video yang viral di media sosial.

Fenomena ini pun memicu reaksi luas dari netizen Indonesia. Banyak yang merasa prihatin, namun tak sedikit pula yang menjadikannya sebagai pengingat penting soal ketahanan energi nasional.

“Semoga Indonesia jangan sampai kayak gini. Ngeri banget kalau BBM sampai langka,” tulis salah satu netizen.

“Baru kerasa pentingnya energi kalau sudah begini. Jalan kaki tiap hari pasti capek banget,” komentar lainnya.

Ada juga yang menyoroti ketergantungan pada impor energi. “Ini pelajaran buat kita, jangan terlalu bergantung sama impor minyak,” ujar warganet.

Sementara itu, sebagian netizen mengaitkan kondisi tersebut dengan kebijakan dalam negeri. “Semoga pemerintah kita bisa antisipasi dari sekarang, jangan sampai kejadian,” tulis pengguna media sosial lainnya.

Krisis energi di Filipina menjadi cerminan nyata bagaimana gejolak global bisa berdampak langsung ke kehidupan masyarakat. Bagi warga Filipina, berjalan kaki kini bukan sekadar aktivitas biasa, melainkan simbol perjuangan menghadapi krisis yang belum pasti kapan berakhir.(lin)

Editor : Redaksi
#BBM Langka #krisis energi #jalan kaki #filipina #Energi Global