Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Prabowo Ingin Kendaraan RI Full Listrik, BBM Disebut Hanya untuk Orang Kaya

Redaksi • Kamis, 26 Maret 2026 | 15:34 WIB

 

Pemerintah mengungkapkan rencana besar terkait masa depan transportasi di Indonesia, beralih ke tenaga listrik. (Freepik.com)
Pemerintah mengungkapkan rencana besar terkait masa depan transportasi di Indonesia, beralih ke tenaga listrik. (Freepik.com)

sumutpos.jawapos.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan rencana besar terkait masa depan transportasi di Indonesia. Ia ingin seluruh kendaraan, mulai dari motor hingga mobil dan truk, beralih ke tenaga listrik, sementara bahan bakar minyak (BBM) nantinya hanya digunakan oleh kalangan tertentu.

Melansir Instagram @pandemictalks, Kamis (26/3/2026), pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sebuah diskusi yang disiarkan melalui kanal YouTube resminya. Ia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan konversi massal kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik sebagai langkah strategis nasional.

Menurut Prabowo, ke depan semua kendaraan di Indonesia diharapkan menggunakan listrik karena dinilai jauh lebih efisien dan hemat biaya. Bahkan, hasil simulasi pemerintah menunjukkan penggunaan kendaraan listrik dapat memangkas pengeluaran operasional secara signifikan, khususnya untuk kendaraan roda dua.

Di sisi lain, ia menyebut BBM tidak akan sepenuhnya dihapus, namun penggunaannya akan lebih terbatas. Prabowo secara blak-blakan menyatakan bahwa bahan bakar konvensional nantinya bisa menjadi konsumsi kalangan atas.

“Kalau orang kaya mau pakai bensin, silakan bayar harga dunia,” tegasnya, merujuk pada kemungkinan harga BBM mengikuti pasar global tanpa subsidi.

Kebijakan ini juga dikaitkan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil serta mendorong penggunaan energi terbarukan, seperti tenaga surya. Selain itu, langkah tersebut diharapkan mampu menekan beban anggaran negara dalam jangka panjang.

Pemerintah sendiri telah mulai menjalankan program konversi kendaraan, terutama sepeda motor. Saat ini, biaya konversi disebut berada di kisaran Rp5 juta hingga Rp6 juta per unit, dan ke depan akan terus ditekan agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

Meski begitu, belum ada rincian pasti terkait implementasi penuh dari kebijakan ini, termasuk skema untuk mobil listrik maupun kesiapan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya.

Rencana tersebut langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak netizen memberikan beragam tanggapan, mulai dari dukungan hingga kritik.

“Kalau infrastrukturnya siap, saya sih setuju. Lebih hemat dan ramah lingkungan,” tulis seorang netizen.

Namun, ada juga yang menyoroti kesiapan di daerah. “Di kota besar mungkin gampang, tapi di daerah bagaimana? Listrik aja kadang masih byar-pet,” komentar lainnya.

Sebagian netizen juga menyinggung soal biaya awal kendaraan listrik yang masih relatif mahal. “Motor listrik oke, tapi harga awalnya masih berat buat masyarakat kecil,” tulis pengguna lain.

Ada pula yang menanggapi pernyataan soal BBM untuk orang kaya dengan nada satir. “Jadi nanti bensin jadi barang mewah ya? Kayak hobi mahal,” ujar netizen.

Di sisi lain, sejumlah warganet melihat kebijakan ini sebagai langkah maju. “Kalau serius dijalankan, ini bisa jadi lompatan besar buat Indonesia,” tulis komentar lainnya.

Perdebatan di ruang publik pun menunjukkan bahwa rencana besar ini masih membutuhkan kesiapan matang, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, maupun penerimaan masyarakat luas.(lin)

Editor : Redaksi
#motor listrik #kendaraan listrik #energi nasional #mobil listrik #prabowo subianto