Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tak Cabut Laporan Soal Supporter Nyalakan Flare, PSMS Lanjutkan Kasus

Redaksi • Kamis, 9 April 2020 | 11:41 WIB
sutan siregar/deking sembiring/sumut pos LATIHAN: Stoper naturalisasi PSMS Medan Mohammadou Al Hadji saat berlatih di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini. Insert, Al Hadji dan Mamadou Lamarana Diallo menonton pertandingan PSMS kontra Persita Ta
sutan siregar/deking sembiring/sumut pos LATIHAN: Stoper naturalisasi PSMS Medan Mohammadou Al Hadji saat berlatih di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini. Insert, Al Hadji dan Mamadou Lamarana Diallo menonton pertandingan PSMS kontra Persita Ta

sutan siregar/deking sembiring/sumut pos LATIHAN: Stoper naturalisasi PSMS Medan Mohammadou Al Hadji saat berlatih di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini. Insert, Al Hadji dan Mamadou Lamarana Diallo menonton pertandingan PSMS kontra Persita Ta
sutan siregar/deking sembiring/sumut pos LATIHAN: Stoper naturalisasi PSMS Medan Mohammadou Al Hadji saat berlatih di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini. Insert, Al Hadji dan Mamadou Lamarana Diallo menonton pertandingan PSMS kontra Persita Ta
MENYALAKAN FLARE: Sejumlah supporter PSMS Medan menyalakan flare saat pertandingan perdana Liga 2 2020 antara skuad Ayam Kinantan menjamu Tiga Naga, Riau di Stadion Teladan Medan, belum lama ini.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS




MEDAN, SUMUTPOS.CO - Manajemen PSMS Medan, melalui kuasa hukumnya, Bambang mengaku, tetap melanjutkan kasus ke ranah hukum, terkait supporter yang menyalakan flare di Stadion Teladan Medan belum lama ini.





Akibat insiden pada laga perdana Liga 2 2020 menghadapi Tiga Naga, Riau itu, Manajemen Ayam Kinantan terancam didenda Komisi Disiplin PSSI, yang diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.





Meski manajemen sudah bertemu dengan perwakilan supporter La Curva 1950, kasus tersebut tetap berlanjut. Tujuannya untuk memberi efek jera kepada para fans yang masih nekat melakukan aksi menyalakan flare saat pertandingan.





Bambang mengungkapkan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Tak ada pencabutan laporan dari Manajemen Ayam Kinantan.





“Sampai saat ini manajemen belum ada memberi instruksi untuk mencabut laporan itu. Dan sekarang masih dalam proses lidik,” ungkap Bambang, Rabu (8/4).





Bambang juga mengaku, terus mengawal proses hukum kasus tersebut. Soal ancaman pidananya, dia menyerahkan kepada pihak kepolisian.





“Kalau soal ancaman pidananya, polisi yang menentukan. Berapa tahun pidananya dan bagaimana lanjutan kasus ini, bergantung kepada kepolisian,” jelasnya.





Sebelumnya, Sekretaris PSMS, Julius Raja mengaku sangat menyesalkan, kericuhan yang terjadi tersebut. King, sapaan karib Julius Raja, juga menjelaskan, tetap membawa masalah ini ke ranah hukum, meski para supporter sudah melakukan permintaan maaf.





“Kemarin mereka sudah datang ke sini dan meminta maaf. Tapi proses hukum tetap berjalan. Ini untuk memberikan efek jera, apalagi Indonesia kan mau jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 nanti,” katanya.





Namun dalam hal ini, Komisi Disiplin PSSI belum melakukan sidang, terkait beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh klub-klub Liga 1 maupun Liga 2. Seberapa besar denda yang bakal didapat PSMS, masih menunggu keputusan dari PSSI.





“Kalau diprediksi, PSMS bisa didenda sampai ratusan juta rupiah. Karena pertandingan sempat terhenti beberapa menit. Kalau masalah menyalakan flare, mungkin dendanya hanya Rp50 juta,” pungkas King. (tnc/saz)


Editor : Redaksi