Lina mengeluhkan masalah kulit wajahnya yang cenderung berminyak dan berjerawat. Berbagai upaya dilakukannya untuk mengatasi masalah ini. Mulai dari konsultasi ke dokter kulit, perawatan kulit secara rutin, menghindari makanan berlemak, berhati-hati dalam memilih kosmetik, mengkonsumsi buah-buahan bahkan mengkonsumsi suplemen vitamin.
Kulit berminyak
Semua usaha itu belum jua membuahkan hasil. Kulitnya tetap saja berminyak. Apalagi menjelang menstruasi. Jerawat tak pernah absen mampir ke wajahnya. Suatu hari dia konsultasi di klinik skincare. Dokter bertanya kepadanya apakah selama ini dia mengkonsumsi suplemen vitamin E? Dia pun mengiyakan pertanyaan tersebut. Selama ini dia memang mengkonsumsi suplemen vitamin E setiap hari. Dokter kemudian menjelaskan bahwa kebiasaan itulah yang justru membuat kulitnya semakin berminyak.
Adakah yang salah dengan vitamin E yang dikonsumsi Lina? Bukankah hampir setiap artikel tentang perawatan kulit, selalu saja menganjurkan agar mereka yang memiliki kulit bermasalah seperti kulit berminyak atau berjerawat untuk selalu mengkonsumsi vitamin E?
Manfaat vitamin E selain sebagai antioksidan juga untuk melembabkan kulit wajah. Bila kita telah memiliki wajah berminyak, tentunya tak perlu lagi menambahkan suplemen vitamin E, karena kulit yang berminyak akan semakin lembab. Karena itu bagi yang memiliki kulit berminyak disarankan agar mengurangi atau menghentikan kebiasaan mengkonsumi suplemen vitamin E dan menggantinya dengan suplemen vitamin C.
Sebagai obat luar vitamin E memegang peranan penting dalam melindungi kulit dari kerusakan radikal bebas. Ketika kadar vitamin E pada kulit berkurang, maka terjadi produksi alfa dan gamma tokoferol di kelenjar keringat kulit dan diantar ke permukaan kulit melalui minyak. Kerusakan oksidatif terjadi jika deplesi vitamin E melebihi kecepatan produksi. Peranan penting dari kelenjar keringat dan minyak terhadap produksi dan pengantaran vitamin E ke kulit dapat menjelaskan bahwa kulit berminyak cenderung menua lebih lambat daripada kulit yang lebih kering. Hal tersebut dikarenakan kulit berminyak memiliki kadar vitamin E yang lebih tinggi dan menyebabkan proteksi alami dibandingkan dengan kulit kering.
“Bagi kulit yang berminyak, bila ingin mengkonsumsi vitamin ini harus dengan dosis yang tepat. Misalnya, kandungan vitamin di bawah 400 mg per unit. Kalau bisa kandungannya cukup 300 mg per unit,”jelas dr Benny Satria Sp KK.
Dikatakannya, untuk menentukan Vitamin E tersebut memiliki kandungan dibawah 400 mg/unit, usahakan vitamin E tersebut memiliki kandungan lain, seperti Vitamin C dan lainnya. “Karena itu, bagi kulit yang berminyak, usahakan untuk konsultasi dengan dokter untuk menjaga kelembaban kulit,” tambahnya.
Tetapi, bagi yang memiliki jenis kulit kering, mengkonsumsi vitamin E ini sangat dianjurkan. Karena kulit kering, zat yang berfungsi untuk menggantikan kulit, yaitu collagen sudah sangat berkurang kinerjanya. “Karena itu, untuk yang memiliki jenis kulit kering, usahakan untuk mengkonsumsi. Agar kelembaban kulit tetap terjaga,” lanjut dokter yang bertugas di klinik Natasha Medan ini.
Keuntungan lain mengkonsumsi vitamin E dengan dosis yang tepat, dapat melancarakan darah, dan menyehatkan jantung. Selain untuk kulit, ternyata vitamin ini juga memiliki fungsi untuk meningkatkan kesuburan bagi kaum adam. (ram/bbs) Editor : Redaksi