Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Wajah Dipenuhi Jerawat Hormonal? Begini Cara Menghadapinya

Johan Panjaitan • Selasa, 16 September 2025 | 10:45 WIB
ilustrasi: Jerawat hormonal (FREEPIK)
ilustrasi: Jerawat hormonal (FREEPIK)

Sumutpos.jawapos.com-Jerawat hormonal sering dianggap cuma masalah remaja. Namun, kenyataannya, masalah kulit ini sering muncul bahkan saat dewasa. Bagi banyak orang, jerawat hormonal bukanlah kenangan masa lalu, melainkan kenyataan yang terus hadir. Mengapa jerawat hormonal bisa terus muncul, dan bagaimana cara mengatasinya dengan efektif?

Jerawat hormonal adalah jenis jerawat yang muncul akibat fluktuasi hormon, terutama hormon androgen, yang bisa terjadi selama masa pubertas, siklus menstruasi, kehamilan, menopause, atau kondisi lain yang memengaruhi hormon. Meski lebih sering terjadi pada wanita dewasa, jerawat hormonal juga bisa muncul pada pria dalam kondisi tertentu.

Ciri khas jerawat hormonal:

-Munculnya jerawat di garis rahang (jawline), dagu, dan sekitar pipi.

-Jerawat bisa berupa komedo terbuka/tutup, papula, pustula, kadang kista.

-Produksi minyak (sebum) berlebih, peradangan, dan kulit cenderung lebih sensitif.

Apa Penyebab dan Pemicu Jerawat Hormonal:

-Hormon androgen yang membuat kelenjar minyak lebih aktif dan meningkatkan produksi sebum.

-Sensitivitas terhadap hormon-hormon tersebut, yang bisa berbeda-beda antar individu.

Pemicu yang umum:

-Perubahan siklus menstruasi.

-Stres, kurang tidur, dan pola hidup tidak teratur.

-Penggunaan produk kosmetik atau skincare yang terlalu berat, menyumbat pori atau mengiritasi kulit.

-Diet tinggi gula atau makanan “barat” yang cenderung berat dengan lemak dan karbohidrat olahan.

Kapan Jerawat Hormonal Bisa Muncul, dan Berapa Lama

Jerawat hormonal bisa muncul di usia berapa pun setelah pubertas. Tidak ada batas usia yang pasti kapan ia harus berhenti. Prevalensi cukup tinggi: sekitar 50% wanita di usia 20-29 tahun, dan 25–30% pada usia 40an mengalami jerawat hormonal.


Dikutip dari healthline.com, berikut beberapa langkah yang bisa membantu mengelola atau meredakan jerawat hormonal:

-Sederhanakan rutinitas skincare
Kurangi penggunaan produk yang banyak bahan aktif sekaligus—fokus pada pembersih lembut (cleanser), pelembap (moisturizer), dan tabir surya (sunscreen).

-Gunakan satu perawatan terlebih dahulu
Mulailah dengan satu bahan aktif yang khas (misalnya asam salisilat, benzoil peroksida, atau retinoid/topikal) dan lihat bagaimana respons kulitmu selama beberapa minggu sebelum menambah produk lain.

-Pertimbangkan terapi hormonal
Untuk wanita, pil KB kombinasi atau obat anti-androgen seperti spironolakton bisa efektif jika jerawat cukup parah atau tidak membaik dengan perawatan topikal saja.

-Perubahan gaya hidup
Tidur cukup, mengelola stres, mengurangi gula tambahan dan makanan olahan, serta memilih produk skincare yang non-komedogenik.


-Konsultasi ke dermatolog
Jika jerawat sudah cukup parah, berulang, atau memengaruhi kepercayaan diri, bantuan dari dokter spesialis kulit atau dokter yang bisa juga melakukan pemeriksaan hormon akan sangat membantu. (han)

 

Editor : Johan Panjaitan
#jerawat #Usia #hormonal