Sumutpos.jawapos.com-Urusan undang-mengundang itu sensitif. Salah cakap sedikit, bisa dibilang sombong. Datang pun kadang bukan karena mau, tapi karena “nggak enak hati”.
Padahal, sebenarnya ada cara menolak undangan dengan sopan tanpa bikin suasana jadi kaku. Orang yang pintar jaga hubungan biasanya pakai kata-kata sederhana, tapi kena di rasa.
Ini enam frasa yang sering dipakai orang biar tetap enak sama-sama:
1. “Makasih ya, udah ingat sama aku”
Kalimat ini penting kali. Menghargai orang dulu, baru ngomong soal hadir atau tidak.
Biasanya kalau sudah bilang begini, yang ngajak pun langsung paham kita bukan nolak orangnya.
2. “Kebetulan aku udah ada janji lain”
Pendek, jelas, dan nggak bertele-tele. Nggak perlu cerita panjang soal janji apa. Orang ngerti kali kalau urusan bisa datang mendadak, apalagi soal keluarga.
3. “Acaranya bagus, tapi waktunya nggak pas”
Ini aman dipakai ke siapa saja—teman, rekan kerja, sampai tetangga. Kita tetap menghargai acaranya, cuma memang waktunya yang nggak cocok.
4. “Penginnya datang, tapi belum bisa kali ini”
Kalimat ini sering dipakai buat undangan pesta, syukuran, atau ulang tahun. Nadanya lembut, nggak terkesan dingin, dan tetap jaga perasaan yang ngajak.
Baca Juga: Unjuk Kekuatan di Teluk: Iran Tutup Langit Selat Hormuz, AS “Panasi Mesin” Perang
5. “Aku cek dulu sama keluarga ya”
Bawa-bawa keluarga itu wajar kali. Orang biasanya langsung ngerti dan nggak maksa. Tapi ingat, tetap harus ngabarin lagi. Jangan digantung, nanti malah dibilang nggak jelas.
6. “Nanti kita ketemu lain waktu aja”
Ini cocok kalau memang mau tetap jaga hubungan. Kalau bisa, sekalian tawarkan alternatif, misalnya ngopi atau makan bareng di hari lain. Lebih mantap.
Nggak Perlu Banyak Alasan
Sebenarnya nggak suka alasan panjang-panjang. Makin panjang cerita, makin dicurigai. Bilang seperlunya, yang penting sopan dan konsisten.
Kalau sudah nolak, jangan pula malamnya kelihatan santai di tempat lain, terus kabarnya sampai. Cerita cepat kali nyebarnya. Sekali orang merasa dibohongi, susah balikin kepercayaannya.
Menolak undangan itu biasa. Yang luar biasa itu cara menyampaikannya. Selama kata-katanya enak, sikapnya jujur, hubungan tetap aman. Jaga rasa itu nomor satu.(han)
Editor : Johan Panjaitan