Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Daging Sapi di Medan Rp130 Ribu per Kg, Aceh Rp160 Ribu

Admin-1 Sumut Pos • Senin, 6 Juni 2016 | 13:00 WIB
Photo
Photo
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Seorang pedagang daging menunggu pembeli di Pasar Petisah Medan, Senin (5/6). Memasuki bulan Ramadan, sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sehari jelang sahur dan berbuka perdana di Bulan Ramadan, harga kebutuhan barang pokok masih bertahan di level tinggi. Masyarakat harus lebih bijak menggunakan uang terutama menghadapi berbagai kebutuhan hari raya Idul Fitri meski pemerintah bertekad menjaga agar harga-harga tidak melambung tinggi.

Harga daging sapi yang ditargetkan presiden Jokowi bisa dijual di bawah Rp 100 ribu per kg masih belum ada tanda-tanda penurunan hingga kemarin. Di sejumlah pasar Kota Medan, hingga Minggu (5/6), rata-rata harga daging sapi di kisaran Rp130 ribu per kg.

Bahkan harga daging di Aceh mencapai Rp 160 ribu per kg. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya permintaan daging untuk kebutuhan Meugang, yaitu tradisi memasak dan makan daging satu atau dua hari menjelang Ramadan.

Bukan hanya daging, harga sembako lainnya juga melambung. Di Pasar Kampung Lalang, Medan, harga gula pasir Rp15 ribu per kg dari sebelumnya Rp12 ribu. Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng. Saat ini, harga minyak goring per kilogram Rp11 ribu hingga Rp12 ribu dari sebelumnya Rp9.000 hingga Rp10 ribu.

"Yang mendadak naik, gula dan minyaklah. Kenaikannya hampir tiap hari. Dari distributornya naik, pusat pasar naik, kita otomatis naik juga," kata Zulfikar, pedagang di Pasar Kampung Lalang.

Dia mengatakan, kenaikan harga ini lumrah terjadi di waktu mendekati Ramadan. Meski begitu, untuk harga beras, tepung dan margarin, lanjutnya, masih dalam keadaan stabil.

Kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam ras pedaging atau broiler. Saat ini, harga daging ayam Rp 33 ribu dari sebelumnya Rp27 ribu per kilogram. Kenaikan ini, kata salah satu pedagang daging ayam, Hamzah, terjadi sejak sepekan terakhir.

"Orang belinya jadi dikurangi, biasa beli sekilo jadi setengah kilogram. Tapi penjualannya naik. Kita harap jangan naik lagilah harganya," ujarnya.

Sementara, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku sudah mengunjungi beberapa perusahaan produsen pangan untuk mengajukan kerja sama, dalam rangka menstabilkan harga pangan di pasaran. Hal tersebut ia lakukan untuk menekan lonjakan harga di pasaran yang mengakibatkan sulitnya daya beli masyarakat pada bulan Ramadan.

"Ini dua minggu terakhir kami kunjungi beberapa perusahaan, termasuk perusahaan Bimoli, Filma, Carocopa, kemudian Artha Graha. Kami minta berpartisipasi operasi pasar murah besar-besaran karena harga sebelum Ramadan naik," ujarnya di sela operasi pasar di Bendungan Hilir, Jakarta, Minggu (5/6).

Ia yakin mampu menstabilkan harga pangan sesuai perintah Presiden Jokowi dengan melihat pada stok pangan nasional yang jumlahnya mencukupi. Bahkan, melihat produksi minyak goreng, industri ternak ayam misalnya, Indonesia adalah negara yang mengekspor produk itu untuk negara lain.

"Padahal kita produsen terbesar dunia, ayam kita ekspor ke Myanmar, Day Old Chick (DOC) kita ekspor tapi harganya juga naik. Stok kita dua kali lipat, minyak goreng stok kita empat kali lipat. Stok kita menghadapi Ramadan 1,6 juta ton, kebutuhan kita 400 ribu ton," jelas Amran.

Meski demikian, yang diherankan Indonesia tetap mengalami kenaikan harga pangan di pasar, di saat harga kebutuhan pokok seperti minyak, dan daging ayam memiliki ketersediaan cukup.

"Harga tetap naik. Sehingga kami koordinasi ternyata dengan sukarela semua teman-teman turun ke operasi pasar besar-besaran," ujar Amran.

Berkat kerja sama banyak pihak, menurut pantauannya, harga minyak goreng di seluruh Indonesia turun 5,5 persen. Bawang merah, daging ayam dan daging sapi pun mengalami penurunan harga cukup memuaskan.

Tim Kementan melakukan operasi pasar dengan menstimuli penurunan sejumlah harga kebutuhan pokok. Seperti harga bawang yang di pasar Rp40.000 per kg menjadi Rp25.000 per kg, harga daging ayam di pasaran Rp35.000 per kg menjadi Rp25.000 per kg. Kemudian harga daging sapi yang di pasaran Rp120.000 per kg menjadi Rp75.000 per kg, harga cabai Rp28.000 per kg menjadi Rp18.000 per kg.

"Artinya apa? Bisa dan kami langsung tanya, apa ini bapak untung? Kalau nggak untung ini berarti resistance, enggak bisa berlanjut terus-menerus. Kami tanya, untung Rp5.000. Itu sudah bagus, untung Rp5.000 per kg," ungkap Amran.

Meski demikian, Amran mengakui, penurunan harga belum merata di seluruh Indonesia, tetapi hal itu sudah menjadi usaha yang baik. "Memang tidak sekaligus turun, tapi operasi pasar ini kita lakukan sampai H+6. Minimal sampai Desember untuk daging," jelasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi memberi perintah semua menterinya untuk menurunkan harga jual daging sapi hingga di bawah Rp80.000 per kilogram dalam menghadapi masuknya bulan Ramadhan. Instruksi disampaikannya saat membuka Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) beberapa waktu lalu. (wah/wid/jpg) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#medan #harga daging sapi #bulan ramadan