Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Nataru 2024, BI Prioritaskan Layanan Penukaran Uang di Lokasi Peribadatan dan Strategis

Redaksi Sumutpos.co • Jumat, 20 Desember 2024 | 20:40 WIB
BERSAMA: Kepala Perwakilan BI Sumut, IGP Wira Kusuma bersama lainnya, dalam acara BBM, di KPw BI Sumut, Jalan Balai Kota Medan, Kamis (19/12) sore. Dewi Syahruni Lubis/Sumut Pos
BERSAMA: Kepala Perwakilan BI Sumut, IGP Wira Kusuma bersama lainnya, dalam acara BBM, di KPw BI Sumut, Jalan Balai Kota Medan, Kamis (19/12) sore. Dewi Syahruni Lubis/Sumut Pos


MEDAN, SUMUTPOS.CO - Dalam rangka mendukung Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Bank Indonesia (BI) melakukan perluasan layanan penukaran uang Rupiah di seluruh Kantor Perwakilan (KPw) BI, termasuk KPWBI Provinsi Sumatera Utara (Sumut), melalui kas keliling dengan titik layanan diprioritaskan pada tempat peribadatan, institusi pendidikan Kristiani dan lokasi strategis lainnya, khususnya di Kota Medan.

Rangkaian kegiatan penukaran uang pada momen Natal 2024 ini, dikemas dalam kegiatan Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) 2024, yang bertemakan, 'Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Kasih'. Hal ini telah dilaksanakan pada 14, 15 dan 18 Desember 2024.

Adapun, pelaksanaan SERUNAI ini dipusatkan di HKBP Pabrik Tenun, HKBP Marendal, HKBP Simalingkar, HKBP Padang Bulan dan HKBP Tanjung Sari. KPWBI Provinsi Sumatera Utara telah melaksanakan kas keliling sebanyak delapan kali, dengan rata-rata jumlah penukar mencapai 500 orang per lokasi.

Kepala Perwakilan BI Sumut, IGP Wira Kusuma mengatakan, SERUNAI 2024 juga menjadi momen BI untuk mengajak masyarakat Indonesia semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Cinta Rupiah yang diwujudkan dengan senantiasa menyayangi Rupiah dengan mengenali ciri keaslian uang Rupiah, yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang (3D), dan merawat Rupiah yang dimiliki dengan baik, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi (5J).

"Bangga Rupiah karena Rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian Nasional, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan bangsa," ujar Wira, dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM), di KPw BI Sumut, Jalan Balai Kota Medan, Kamis (19/12) sore.

Menurutnya, penggunaan uang Rupiah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NCRI) memiliki peranan penting dalam menjaga kedaulatan negara.

"Sementara itu, Paham Rupiah ditunjukkan melalui perilaku bijak berbelanja sesuai kebutuhan, berbelanja produk dalam negeri untuk dukung JMKM nasional, serta menabung dan berinvestasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," katanya.

Antisipasi kenaikan jumlah ULE yang disiapkan, sambung Wira, mempertimbangkan peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), kebutuhan pembayaran oleh Pemerintah, dan pertumbuhan ekonomi yang meningkat.

"Untuk mendukung layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat ini, BI bekerja sama dengan perbankan dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengelolaan Uang Rupiah (PJPUR) untuk memastikan pemenuhan kebutuhan uang tunai," tandasnya.

Selain itu, jelasnya, upaya dalam menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Sumut selalu bersinergi dalam rangka pengendalian inflasi di Sumut melalui strategi 4K, yakni ketersediaan pasokan. Yaitu, mendorong peningkatan produksi melalui pemberian bantuan sarpras dan gerakan menanam serentak.

Mendorong peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pangan melalui pemberian bantuan sarana dan prasarana serta pelatihan kepada kelompok tani di daerah sentra dan wilayah potensial produksi. Kemudian, upaya peningkatan produksi juga dilakukan melalui gerakan tanam serentak di sejumlah daerah sentra hortikultura, seperti Karo, Langkat, dan Deliserdang.

Selanjutnya, papar Wira, keterjangkauan harga. Yaitu, Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar serta Peluncuran Toko Pantau Inflasi sebagai pusat referensi harga.

"Dinas Perdagangan dan Dinas Ketapang Provinsi, Kab/Kota secara aktif melaksanakan Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Murah, yang telah dilaksanakan di 560 titik. Komoditas yang disediakan meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur, tepung terigu, bawang merah dan cabai merah. Serta diluncurkan Toko Pantau Inflasi sebagai pusat referensi harga untuk memberikan informasi terkini dan akurat terkait harga bahan pangan, sehingga dapat membantu masyarakat dalam berbelanja secara bijak," imbuhnya.

Lalu, tambah Wira, kelancaran distribusi, seperti Sidak Pasar, Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) kepada truk pengangkut sembako.

"Pemprov Sumut dan seluruh Kabupaten/Kota rutin melakukan Sidak Pasar guna memastikan ketersediaan pasokan dan kestabilan harga bahan pangan menjelang HBKN. Selain itu, turut mendukung FDP pengangkut sembako serta memperkuat KAD untuk menjaga distribusi dan ketersediaan pangan," pungkasnya. (dwi/han)

Editor : Redaksi
#bi #nataru 2024