Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

OJK Sumut: BPR Tumbuh Positif dan Ingatkan Penagihan Kredit

Juli Rambe • Jumat, 18 April 2025 | 21:48 WIB
NARASUMBER: Para narasumber pada acara pelatihan direktur dan komisaris yang diadakan oleh Perbarindo Sumut. (Dok: ist)
NARASUMBER: Para narasumber pada acara pelatihan direktur dan komisaris yang diadakan oleh Perbarindo Sumut. (Dok: ist)

 

MEDAN, SUMUTPOS.CO- DPD Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan pelatihan program pemeliharaan sertifikasi SDM BPR berbasis kompetensi kerja dan kualifikasi direktur dan komisaris. 

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Grand Central Premier Hotel, mulai 15-17 April 2024. 

Kegiatan dihadiri dan dibuka langsung oleh Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Ktr OJK Sumut Wan Nuzul Fahmy.

Turut hadir dalam pembukaan yaitu Fahmy Akbar Idries dan Saparuddin Siregar yang merupakan Trainer dari kota Jogya dan Sumut, Pramuji Novri.H Kepala Divisi Edukasi, Humas dan Hubungan Kelembagaan Kantor LPS I Medan, Robby Satya Andhika, Pengawas Senior Deputi Direktur Pengawasan LJK 1 OJK Sumut yang juga membawakan Materi Pakta Integritas serta Madi Simbolon selaku Dewan Pengawas dan mewakili DPD Perbarindo Sumut

Dalam sambutannya, Wan Nuzul mengingatkan para direksi dan komisaris yang hadir tentang penguatan integritas. Menurutnya, kompetensi saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan aspek integritas. 

Pada kesempatan ini, Wan Nuzul juga menyampaikan kondisi perkembangan BPR dan BPRS di Sumut per Februari 2024 tercatat tumbuh positif sebesar 5,44% secara year on year dengan nominal sebesar Rp2,89 triliun.

"Peningkatan total aset ini juga dikontribusikan dari peningkatan penghimpunan dana, di mana dalam pihak ketiga ini juga tumbuh indeks dengan pertumbuhan total aset yaitu 5,48% sehingga total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun oleh BPR mencapai 2,18 triliun," kata Wan Nuzul 

Dia juga mengingatkan, agar capaian-capaian positif BPR ini tetap dijaga dan dipertahankan dengan baik. Lalu soal kredit dan pembiayaan ada satu hal yang tentunya perlu menjadi perhatian. 

"Kredit itu harus mulai menjadi perhatian di jajaran Bapak Ibu sekalian, aspek penagihan monitoring kredit secara ketat ini mau tidak mau harus dilakukan supaya angka RPL itu bisa diperbaiki dan tidak mempengaruhi kondisi BPR," sebutnya. 

Sementara itu, Kepala Divisi Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Kelembagaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Sumut Pramuji Novri H menyampaikan, bahwa BPR dan BPRS harus menjaga likuiditas. 

 Dewan Pengawas Perbarindo Sumut, Madi Simbolon dalam sambutannya menyampaikan, bahma pelatihan ini dilaksanakan sesuai dengan tantangan dan kebutuhan industri BPR dan BPRS saat ini. 

"Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 28 orang yang terdiri dari Dirut, Komut dan Komisaris, sedangkan jumlah BPR nya ada 19," kata Madi. 

Sekretaris Perbarindo Sumut, Mery Sulianty Sitanggang menambahkan selain Trainer dari Jogja dan Sumut, untuk Pelatihan Pemeliharaan Sertifikasi Direksi dan Komisaris kali ini, juga menghadirkan satu lagi Trainer yaitu Dadi Sumarsana dari Jawa Tengah.(san/ram)

 

Editor : Juli Rambe