Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kisah Inspiratif  Sukses Blessed Olshop dan Hijab Shop11,  Kuncinya Menjaga Kepercayaan  Pelanggan

Redaksi Sumutpos • Senin, 30 Juni 2025 | 21:01 WIB
Hendrik Sitepu (50), pemilik Blessed Olshop, toko online dari Tanjung Morawa. (sumut pos/asih)
Hendrik Sitepu (50), pemilik Blessed Olshop, toko online dari Tanjung Morawa. (sumut pos/asih)

Di balik kesulitan, selalu ada jalan untuk bangkit. Kuncinya kemauan dan kegigihan. Hal ini dibuktikan  pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Hendrik Sitepu (50). Sempat menganggur akibat krisis di perusahaan tempatnya bekerja saat pandemi lalu, tak membuatnya patah semangat. Memanfaatkan platform media sosial yang ada, bersama sang istri, Hendrik merintis bisnis online. Bermodal Rp5 juta rupiah saat itu, kini, omset usahanya terus merangkak naik. Seperti apa kisahnya?

Asih Astuti - Medan

Sepintas dilihat dari luar, rumah berpagar coklat ini seperti kebanyakan rumah lainnya. Terkesan biasa saja. Tidak ada lalu lalang /kesibukan berarti. Tetapi pandangan langsung berbeda ketika kita melangkah masuk ke teras rumahnya. Di setiap sudut tampak dipenuhi tumpukan barang. Mulai dari barang fashion sampai kebutuhan rumah tangga.

Masuk lagi ke dalam,  rak rak yang berisi penuh pakaian juga berjejer rapi. Beberapa karyawan tampak sibuk memilah dan mempacking pakaian pakaian tersebut. Pakaian ini merupakan orderan customer yang siap dikirim ke alamat  masing- masing. Ada cukup banyak orderan yang harus dikemas hari itu. Mulai dari kaos, hoodie, blouse, gamis dan lain-lain. Di ruangan lain, karyawan lainnya tampak tengah melakukan siaran live memperkenalkan produk yang ditawarkan dan sebagian karyawan bertugas merekap orderan yang masuk.

Sementara sang owner tampak serius mencetak label dan resi pengiriman. Demikian kesibukan yang terlihat dari rumah yang berada di Kompleks Perumahan Mulia Residence  Desa Limau Manis Pasar 14 Gang Jambu Tanjung Morawa ini. Rumah yang  sekaligus merupakan toko online Blessed Olshop. Pemilik Blessed Olshop Hendri bercerita awal mula mendirikan toko online ini.

‘’Kita mulai merintis tahun 2020.  Bermula karena tekanan ekonomi saat pandemi. Sebelumnya saya kerja di salah satu pabrik di kawasan Sei Blumai Hilir, Tanjung Morawa. Karena pabrik mengalami krisis saat pandemi itu, saya keluar. Tidak lagi bekerja, jadi coba-coba buka usaha,’’ujarnya mengawali cerita kepada Sumut Pos.  Saat itu Hendrik berpikir, kenapa tidak jualan online saja. Saat pandemi, orang lebih banyak di rumah. Pesan berbagai keperluan lewat online.

‘’Kita berusaha menangkap peluang ini. Sehingga memutuskan mulai usaha online. Waktu itu kita ada modal  Rp.5 juta. Kita bawalah modal tersebut ke Pusat Pasar Medan (Sambu). Kita belanjakan aneka pakaian. Ada pakaian dewasa dan anak juga. Dari dana yang kita bawa, dapatlah barang sebanyak dua kantung kresek (kantung plastik, red) ukuran 10 kg. Inilah modal awal kita. Malamnya barang ini langsung kita jual melalui medsos. Istri menawarkan melalui siaran live. Ternyata malam itu juga habis semua barang tersebut. Kita jadi semangat dan besoknya belanja kembali,’’kenang Hendrik.

Berjalan 6 bulan usaha Blessed Olshop mulai menampakkan hasil, berkembang hingga saat ini. Saat ini penjualan bisa mencapai ratusan pieces per hari. Pelanggan tidak hanya dari Sumut tapi sudah ke seluruh Indonesia. ‘’Ke Papua juga sudah,’’ujar ayah dua putra ini. Untuk memenuhi permintaan pelanggan, selain dari Sumut, Hendrik saat ini juga banyak mengorder barang dari pusat grosir di Jakarta.

Harga dan kualitas beragam sesuai kebutuhan. ‘’Mulai dari  kualitas yang standard hingga yang premiun kita sediakan,’’ujar Hendrik. Jenis barang yang ditawarkan tentu beragam. Blessed Olshop juga menjual produk fashion seperti tas wanita dan aksesoris lainnya. Beberapa produk perlengkapan rumah juga tersedia. ‘’Produk Blessed Olshop dapat ditemukan  di berbagai platform e-commerce,’’sebut Hendrik.

Apa  yang menjadi modal utama yang diterapkan Hendrik  dalam bisnis online shop adalah membangun kepercayaan dan kepuasan pelanggan. ‘’Kepercayaan dan kepuasan ini akan mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian berulang, merekomendasikan toko kita  dan pada akhirnya, membangun loyalitas pelanggan. ‘’Tentunya kita harus tawarkan produk berkualitas yang sesuai dengan harapan pelanggan. Pastikan barang sampai tepat waktu dan dalam keadaan baik,’’lanjutnya.

Dikatakan Hendrik, proses pengiriman barang ke customer selama ini selalu lancar.  Blessed Olshop,  sambungnya,  menggunakan jasa ekspedisi  JNE Express untuk menghantar barang ke pelanggan di berbagai daerah/kota.  Layanan yang cepat dan terpercaya,  ujarnya mendukung  usahanya  berkembang. ‘’JNE sangat membantu dalam proses pengiriman barang kita ke pelanggan.  Pelayanannya baik.  Komunikasi dengan sales selalu lancar. Kalau ada keluhan misal keterlambatan barang,  direspon dengan cepat. Promo-promonya juga memuaskan,’’sambung Hendrik.

Kemudahan  lain yang diberikan JNE, adanya fasilitas CSS (Customer  Self  Service) yang merupakan  one stop aplikasi untuk memenuhi kebutuhan customer JNE. Layanan CSS dari  JNE menawarkan kemudahan bagi pelanggan dalam mengelola pengiriman barang. ‘’Dengan fitur yang tersedia, kita bisa membuat pesanan dan mendapatkan resi secara langsung.

Jadi mempercepat proses pengiriman. Kalau saya memang memakai fasilitas ini. Barang saya packing sendiri kemudian resi cetak sendiri. Setelah itu baru minta petugas JNE menjemput barang ke rumah. JNE juga menyediakan fitur pick up paket. Dengan layanan ini, kurir JNE datang langsung ke lokasi untuk mengambil paket-paket yang sudah siap dikirim. Kita juga bisa memantau status pengiriman secara real-time. Sehingga benar-benar membatu kita,’’lanjutnya.

 

Dari Toko Kecil, Berhasil Punya Brand Sendiri

Peran serta JNE dalam mendukung perkembangan usaha UMKM juga dirasakan oleh pemilik butik Hijab Shop11,Tanna Dewi Shanti (42). Mantap merintis usaha sendiri, Tanna sukses mengembangkan produk fashion Hijab Shop11. Dari semula hanya sebuah toko kecil, butik/outlet Hijab Shop11 kini berdiri megah di Jalan Perintis Kemerdekaan No 76, Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara.  Tak sampai 3 tahun, brand Hijab Shop11 berhasil dikenal masyarakat luas. Didukung layanan logistik JNE, produk Hijab Shop11 kini sudah menjangkau pasar Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Tanna Dewi Shanti, pemilik Hijab Shop11 bercerita, bisnis ini diawali tahun 2015. Setelah resign dari pekerjaannya di salah satu perusahan di Medan, Tanna memutuskan membuka toko busana muslim di salah satu kawasan pusat perbelanjaan di Binjai. Ia menyewa toko kecil saat itu. Berapa lama pembeli masih sepi.

Namun Tanna tidak putus asa. Dengan keberanian tampil live di media sosial, bisnisnya mulai berkembang. ‘’Saya memanfaatkan media sosial dalam menjual produk saya. Dari situ produk saya dikenal. Pesanan meningkat hingga barang dari distributor tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan customer,’’sebutnya kepada Sumut Pos. Berangkat dari hal itu, Tanna mulai memproduksi sendiri pakaian-pakaian untuk butiknya. Saat ini dia sudah punya brand sendiri, HS (brandhijabshop11).  

Menjaga kepuasan pelanggan adalah prinsipnya. Karenanya, Tanna selalu memperhatikan kualitas busana yang produksi. ‘’Kita selalu update model-model yang lagi disukai pelanggan,’’ujarnya. Tanna juga memperhatikan karekter pelanggan. ‘’Biasanya mereka ingin barang cepat sampai. Untuk itu saya pilih JNE. Terpercaya, dan jaringannya ada dimana-mana jadi sangat memudahkan proses pengiriman barang kita ke customer,’’sambung Tanna.

Butik Hijab Shop11 Jalan Perintis Kemerdekaan No 76, Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara.
Butik Hijab Shop11 Jalan Perintis Kemerdekaan No 76, Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Pelayanan Hingga ke Pelosok Negeri  

Kebutuhan masyarakat dalam transaksi digital yang saat ini semakin tinggi, menjadi dasar perkembangan logistik terkhususnya di JNE Medan yang mendapatkan peningkatan volume pengiriman jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu. Perhitungan kenaikan besaran kiriman yang terdata dalam triwulan 1 tahun 2025 ini mencapai kurang lebih 40% dibandingkan tahun lalu di triwulan yang sama.

JNE perusahaan logistik yang  kini memasuki usia 35 tahun  ini menjadi salah satu perusahaan jasa logistik yang ada hingga pelosok negeri.  Ini memberi kemudahan masyarakat dalam  menyambungkan kebahagiaan dalam bentuk pengiriman paket ke seluruh Indonesia.

Baca Juga: Dr H Musa Rajekshah:  Perbaikan Infrastruktur Sumut Perlu Didorong Demi Peningkatan Ekonomi

Kehadirannya sampai ke pelosok desa sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ‘’Bagi kita yang ada di kuta-kuta (kampung,red) kehadiran perusahaan pengiriman seperti JNE ini sangat membantu,’’ujar Terus Malem Bukit warga Desa Barusjahe, Kecamatan Barusjahe  Kabupaten Karo saat dihubungi Sumut Pos belum lama ini.

Dikatakan Bukit, ia rutin mengirim paket ke keluarganya yang tinggal di luar Sumatera Utara. Terutama ke anaknya yang sedang kuliah di Yogyakarta. ‘’Dalam sebulan bisa berapa kali kirim  barang sesuai kebutuhan la. Sering kirim ke anak sana. Kadang kirim tambar (ramuan tradisional Karo), kadang ikan asin dan kebutuhan lainnya. Untuk pengiriman ini kita menggunakan JNE yang sudah hadir di desa kami ini,’’sebutnya.    

Kepala Cabang JNE Medan Fikry Al Haq Fachryana  menyebutkan, JNE Sumatera Utara dibagi menjadi dua wilayah yaitu JNE Cabang Medan dan juga Cabang Danau Toba. JNE cabang Medan sendiri memiliki 19 cakupan wilayah kota/Kabupaten, dan saat ini total Mitra atau agen JNE Cabang Medan mencapai 385.  Disebutkan Fikry, brand awareness menjadi  pertimbangan JNE hadir lebih dekat ke masyarakat bahkan ke pelosok desa. ‘’Tidak hanya pengiriman namun pengantaran yang dilakukan JNE juga sampai ke pelosok desa. Connecting Happiness menjadi dasar adanya JNE hingga pelosok negeri,’’ujar Fikry.

PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau biasa dikenal sebagai JNE merupakan salah satu perusahaan ekspedisi barang terbesar di Indonesia, berkat jaringan dan jangkauan area distribusinya yang mencakup lebih dari 83.000 titik tujuan termasuk kabupaten, desa, dan pulau terluar, dengan gerai penjualan berjumlah lebih dari 8.000 titik dan mempekerjakan lebih dari 50.000 karyawan di seluruh Indonesia. Didirikan tahun 1990, dalam perjalanannya, perusahaan terus melakukan transformasi.

Tahun 2000, JNE merilis logo baru dengan brand “JNE EXPRESS. Tahun 2014 JNE meluncurkan aplikasi MY JNE, yaitu aplikasi serba-guna berbasis android yang membantu pelanggan untuk mengecek tarif kiriman, menelusuri posisi paket, lokasi konter terdekat, sekaligus tempat transaksi jual-beli antara penjual dan pembeli individual.

Tahun 2020 JNE merintis pembangunan pusat sortir otomatis berskala besar yang disebut Mega Hub di Bandara Mas, Cengkareng, Tangerang. Mega Hub diproyeksikan bisa memproses 1 juta paket dalam sehari. Kemudian, tahun 2022, JNE merilis Roket Indonesia, yaitu layanan kurir instan berbasis aplikasi yang menjamin estimasi pengantaran sampai dalam waktu 1 jam. Layanan ini sudah tersedia di 54 kota atau Cabang JNE. (*)

Editor : Redaksi