SUMUT POS- Pameran kelapa sawit terbesar di Asia Tenggara kembali digelar di Kota Medan. Palmex Medan 2025 ini berlangsung dari tanggal 7-9 Oktober 2025 di Santika Dyandra Premiere & Convention Hotel.
Ada 250 peserta yang berasal dari Singapura, Malaysia, Jerman, India dan China dan negara lainnya ikut serta dalam pameran ini.
"Melalui Palmex Medan 2025, kami bertujuan untuk memperkuat kemitraan dan menyoroti gelombang teknologi berikutnya, khususnya solusi AI dan Industri 5.0 yang akan membantu industri kelapa sawit Sumatera Utara mencapai efisiensi yang lebih besar, memperluas kapasitas produksi, dan mengadopsi praktik berkelanjutan untuk tetap kompetitif secara global," kata Kenny Yong, Group CEO Fireworks Trade Media, Selasa 7 Oktober 2025.
Pameran ini diharapkan dapat berfungsi sebagai platform yang dinamis bagi penyedia teknologi, pemilik perkebunan, penyulingan, dan pemangku kepentingan industri untuk berjejaring, bertukar wawasan, dan mengeksplorasi peluang bisnis baru.
Ketua KADIN Sumut, Firsal Dida Mutyara, dalam sambutannya mengatakan, sektor perkebunan budidaya kelapa sawit merupakan penyumbang terbesar dalam pergerakan perekonomian di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.
Hal ini terlihat dari data tahun 2023 mengenai provinsi yang menjadi penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia.
Seperti Riau dengan volume produksi sebesar 8,79 juta ton, sekitar 18,7% dari total produksi nasional; Kalimantan Tengah dengan volume produksi 8,55 juta ton (18,2%).
Kemudian Kalimantan Barat dengan volume produksi 5,29 juta ton (11,3%); Sumatera Utara dengan volume produksi 5,02 juta ton (10,7%); Kalimantan Timur dengan volume produksi 4,22 juta ton (9%); Sumatera Selatan dengan volume produksi 4,12 juta ton (8,8%); Jambi dengan volume produksi 2,53 juta ton (5,4%); Sumatera Barat dengan volume produksi 1,42 juta ton ( 3%); Kalimantan Selatan dengan volume produksi 1,33 juta ton (2,8%) dan Aceh dengan volume produksi 1,01 juta ton atau sekitar 2,1% dari total produksi nasional.
"Kepedulian dan komitmen kami akan sektor pertumbuhan serta perkembangan kelapa sawit sangat tinggi. Karena kami yakin bahwa sektor perkebunan budidaya kelapa sawit merupakan penyumbang terbesar dalam pergerakan perekonomian di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara," jelasnya.
Firsal mengatakan, praktik yang lebih berkelanjutan dalam produksi minyak sawit yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial perlu untuk didukung.
"Prinsip yang berkelanjutan serta energi terbarukan terus kami sampaikan kepada para pengusaha di Sumatera Utara khususnya dari kalangan pengusaha kelapa sawit agar target pemerintah net zero carbon dapat tercapai," tuturnya.
Firsal mengatakan, pameran PALMEX Medan 2025 perlu didukung, karena pameran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya industri kelapa sawit dan peran pentingnya dalam perekonomian regional.
"KADIN Sumut mendukung pelaksanaan kegiatan ini dan berharap seluruh organisasi pengusaha terutama dari kalangan kelapa sawit dapat bergabung bersama KADIN sebagai mitra pemerintah dalam memajukan kelapa sawit di Sumatera Utara," tegasnya.
KADIN Sumut juga memberikan apresiasi kepada PT Fireworks Indonesia yang telah menginisiasi pameran tersebut. "Semoga acara ini dapat menjadi sukses besar dan memberikan manfaat bagi semua peserta," harapnya.
Tahun ini, PALMEX Medan 2025 mengambil tema " Technology. Traceability. Transformation: Future-Proofing Palm Oil in North Sumatra".
Acara tahun ini menampilkan inovasi mutakhir untuk rantai nilai minyak sawit global.
PALMEX Medan telah berkembang menjadi pertemuan internasional, menarik 6.000 pengunjung bisnis dari seluruh Asia dan terutama pengambil keputusan di wilayah Sumatera Indonesia.
Adapun sorotan utama dari acara ini meliputi konferensi "Mempercepat Perubahan di Seluruh Rantai Nilai Minyak Sawit Asia". Kegiatan ini mempertemukan asosiasi terkemuka seperti RSPO, DMSI, APROBI, PASPI, dan Kementerian Perindustrian.
Kemudian seminar teknologi kelapa sawit Indonesia yang menampilkan presentasi berwawasan ke depan dari penyedia teknologi global dan inovator yang mendorong kancah teknologi di industri kelapa sawit. (ram)
Editor : Juli Rambe