SUMUT POS- Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina, Agung Wicaksono menyampaikan akan melakukan perampingan atau streamlining terhadap entitas bisnis anak usahanya terhitung mulai 2025-2026.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada PT Danantara Asset Management (DAM) untuk melakukan perampingan dari 1.000 unit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi 200 saja.
Agung juga menyebut, pada tahun 2025 ini PT Pertamina sedang melakukan sejumlah perampingan anak usaha yang dikawal oleh PT DAM. Terdiri dari integrasi bisnis hilir, konsolidasi rumah sakit dan hotel hingga airlines atau penerbangan.
"Yang pertama, yang terutama adalah dilakukannya integrasi bisnis hilir, yaitu tiga sektor bisnis yang berperan dalam melayani menyediakan energi untuk masyarakat, yaitu sektor commercial and trading, sektor refinery dan petrochemical atau kilang, dan sektor logistik di sektor marine atau perkapalan," kata Agung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (19/11).
Lebih rinci, ia menyampakan untuk proses perampingan di sisi binsis hilir, saat ini sedang dilakukan pembahasan internal untuk mencapai persetujuan sesuai dengan prosedur.
"Sebagai contoh, siang hari ini kami akan melanjutkan pembahasan dengan damaian komisaris untuk mendapatkan persetujuan atas detail teknis yang dilakukan dengan target persiapan go-live-nya di tahun 2026," lanjut Agung.
Kemudian, selain dari integrasi di sektor hilir, Pertamina dan Danantara juga sedang melakukan proses konsolidasi terhadap empat sektor bisnis yang dimiliki. Dari sektor rumah sakit, kehadiran Pertamina Bina Medica IHC, dengan adanya kajian dari Danantara sedang dilakukan berbagai tahapan proses untuk dilakukan rangkaian transaksi di tahun 2025 ini.
Pada sektor perhotelan, Pertamina sendiri memiliki anak usaha bernama PT Patrajasa yang di dalamnya terdapat sembilan unit bisnis hotel. Nantinya, proses konsolidasi akan dipimpin oleh Hotel Indonesia Nature atau HIN yang targetnya pada tahun ini sebagaiman hasil kajian dari Danantara.
"Ketiga adalah airline atau maskapai penerbangan, dengan Pelita Air Service (PAS) yang dimiliki oleh Pertamina. Saat ini sesuai dengan arahan Danantara, dilakukan kajian yang dikoordinir oleh Garuda Indonesia untuk menentukan langkah terbaik untuk konsolidasi ini," jelasnya.
Dan terakhir adalah di sektor asuransi. Agung membeberkan bahwa anak usaha Pertamina di bidang asuransi tengah masuk dalam kajian Danantara untuk dilakukannya konsolidasi. Nantinya, tak hanya anak usaha Pertamina, konsolidasi juga akan melibatkan perusahaan asuransi pelat merah lainya dengan proses dipimpin langsung oleh Indonesia Financial Group (IFG).
"Dipimpin, dikoordinir oleh IFG sebagai holding BUMN asuransi, dan secara bertahap. Ini bukan hanya Pertamina, tapi banyak sekali berbagai perusahaan asuransi di ekosistem BUMN yang akan dikonsolidasikan," tukasnya. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe