Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Sistem Keamanan IPOT Dirancang untuk Tidak Tembus Phishing

Redaksi • Senin, 8 Desember 2025 | 11:50 WIB
Dengan SIM-OTP, ASDI, dan Add Device Approval, IPOT menghadirkan perlindungan 3 lapis setara dengan perbankan untuk melawan phishing dan rekayasa sosial. (Foto : ist)
Dengan SIM-OTP, ASDI, dan Add Device Approval, IPOT menghadirkan perlindungan 3 lapis setara dengan perbankan untuk melawan phishing dan rekayasa sosial. (Foto : ist)

 

Jakarta - Industri jasa keuangan dan pasar modal Indonesia menghadapi peningkatan signifikan kasus kejahatan siber, khususnya phishing, social engineering, dan situs palsu yang menyebabkan kerugian finansial nasabah dan investor. Dalam berbagai kasus tersebut, pelaku kejahatan berhasil memperoleh Authentication Credentials nasabah: username, password, PIN, bahkan OTP, tanpa disadari korban. Puluhan miliar dana investor hilang karena peretasan akun dan phishing, menyisakan kepanikan publik dan pertanyaan kritis mengenai lemahnya standar keamanan yang diterapkan pelaku industri.

Banyak yang tidak menyadari bahwa penyebab utama kerentanan adalah penggunaan Email-OTP, sebuah metode autentikasi yang mudah diakses dari berbagai perangkat, rentan diretas, dan menjadi sasaran utama phishing. Karena alasan inilah bank-bank besar di Indonesia mengadopsi sistem keamanan dengan SIM-OTP, bukan Email-OTP.

IPOT mengajak seluruh investor untuk memahami perbedaan besar antara Email-OTP dan SIM-OTP. Email-OTP, yang masih digunakan oleh sebagian besar sekuritas lain di Indonesia rawan phishing, rentan pada password reuse, mudah diretas, dan tidak memiliki jejak audit telko. Berbeda dengan itu, SIM-OTP memiliki jejak audit dari operator seluler, tidak dapat di-forward, tidak dapat dicari di inbox, dan memaksa verifikasi fisik. Oleh karena itu, bank-bank besar di Indonesia menggunakan sistem keamanan SIM-OTP, karena OTP berbasis SIM card memaksa autentikasi fisik yang jauh lebih sulit ditembus.

Moleonoto, selaku CEO PT Indo Premier Sekuritas, menyampaikan bahwa keamanan digital merupakan komponen utama stabilitas pasar modal. “Dalam kondisi penetrasi digital yang semakin tinggi, keamanan harus bergerak dari autentikasi berbasis email menuju autentikasi fisik dan device-based. Sistem IPOT dirancang untuk tetap aman bahkan ketika kredensial pengguna bocor. Kami siap mendukung regulator dalam menetapkan standar keamanan baru bagi seluruh pelaku industri.”

Menanggapi kondisi ini, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menegaskan komitmennya untuk melindungi aset investor dengan menerapkan sistem keamanan terpadu tiga lapis yang dirancang untuk tetap melindungi akun nasabah bahkan ketika kredensial autentikasi bocor. Sistem ini terdiri dari:

1.​SIM-OTP sebagai autentikasi dua faktor (2FA)
2.​ASDI (App-Scoped Device Identifier) untuk registrasi perangkat
3.​Add Device Approval sebagai kontrol eksplisit penambahan perangkat

Ketiga mekanisme ini dirancang saling melengkapi dan membentuk standar keamanan yang setara, bahkan lebih ketat, dibandingkan perbankan di Indonesia.
Dengan arsitektur keamanan ini, sekalipun password nasabah dicuri atau bocor, akun IPOT tetap aman tidak dapat ditembus dan dibuka pihak lain. Soal keamanan aset nasabah, tidak ada kompromi bagi IPOT.

SIM-OTP: Standar Emas Keamanan Perbankan Indonesia

IPOT secara konsisten menerapkan SIM-OTP (SMS One Time Password berbasis SIM card) sebagai bentuk autentikasi dua faktor, sejalan dengan praktik perbankan di Indonesia yang telah lama meninggalkan Email-OTP. SIM-OTP diakui sebagai gold standard karena:
●​Mengandalkan kepemilikan fisik SIM card
●​Berjalan pada jaringan operator seluler yang teregulasi
●​Memiliki jejak audit telko
●​Tidak dapat di-forward, di-search, maupun diakses ulang lewat email atau cloud


ASDI: Identitas Unik Perangkat untuk Setiap Aplikasi

IPOT juga menerapkan ASDI (App-Scoped Device Identifier), yaitu mekanisme pembuatan identitas unik untuk setiap kombinasi aplikasi dan perangkat. Melalui ASDI:
●​Setiap akun IPOT hanya dapat diakses dari perangkat yang telah terdaftar
●​Upaya login dari perangkat lain akan langsung ditolak
●​Identitas perangkat tidak dapat digandakan atau dipindahkan

Seluruh nasabah IPOT yang ada saat ini telah melalui proses registrasi perangkat menggunakan ASDI dengan validasi akhir melalui SIM-OTP. Sebaliknya, Email-OTP lebih rentan terhadap phishing, pembajakan akun email, password reuse, serta akses lintas perangkat tanpa disadari pemilik akun. Dengan penerapan SIM-OTP, IPOT memastikan bahwa proses otorisasi sensitive, khususnya registrasi perangkat, mengikuti standar keamanan yang telah teruji dan diterapkan oleh industri perbankan nasional.

Add Device Approval: Kontrol Sadar dan Disengaja oleh Nasabah

Sebagai lapisan perlindungan tambahan terhadap pencurian kredensial akibat phishing dan social engineering, IPOT memperkenalkan fitur Add Device Approval, yang berupa switch On/Off yang mengatur apakah penambahan perangkat baru diizinkan atau ditolak sepenuhnya, meskipun pelaku kejahatan telah mengetahui username, password, PIN, dan OTP.

Cara kerja utama:

●​Secara default, Add Device Approval berada dalam posisi OFF
●​Penambahan perangkat baru hanya bisa dilakukan jika switch di perangkat terdaftar
diubah ke ON secara manual
●​Setelah satu perangkat baru berhasil terdaftar, switch akan kembali ke posisi OFF

Dengan mekanisme ini, penambahan perangkat:

●​Harus disadari sepenuhnya oleh pemilik akun
●​Tidak dapat dilakukan secara diam-diam oleh pihak ketiga
●​Memberikan sinyal jelas adanya niat (explicit intent) dari pengguna


Manfaat Keamanan dari Tiga Mekanisme Secara Terpisah

1.​SIM-OTP​
○​Melindungi proses otorisasi dengan verifikasi fisik
○​Mengikuti standar keamanan perbankan Indonesia
2.​ASDI​
○​Mengunci akses akun hanya pada perangkat tertentu
○​Mencegah login dari device tidak dikenal
3.​Add Device Approval​
○​Memberikan kontrol sadar kepada nasabah
○​Menutup celah pembobolan meskipun kredensial bocor

Manfaat Keamanan dari Kombinasi Tiga Lapis

Dengan kombinasi SIM-OTP + ASDI + Add Device Approval, IPOT menciptakan arsitektur keamanan di mana:
●​Password bocor tidak cukup untuk membobol akun
●​OTP diketahui tidak otomatis memberikan akses
●​Penambahan perangkat selalu memerlukan kesadaran dan persetujuan pengguna

Ini merupakan pendekatan keamanan modern berbasis physical possession, device-binding, dan explicit user intent, yang saat ini belum menjadi praktik umum di industri sekuritas nasional.

Komitmen IPOT terhadap Perlindungan Investor

IPOT juga melengkapi sistem ini dengan:
●​Fraud detection berlapis
●​Anomaly login monitoring
●​Audit trail menyeluruh
●​Enkripsi tingkat tinggi
●​Respons otomatis seperti pembekuan akun ketika terdeteksi aktivitas tidak wajar

Seluruh penguatan ini sejalan dengan prinsip perlindungan konsumen pasar modal sebagaimana diamanatkan regulator, serta kebutuhan investor ritel akan keamanan setara perbankan di era digital.

IPOT percaya bahwa keamanan bukan sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi kepercayaan investor. Melalui penerapan sistem keamanan tiga lapis ini, IPOT berharap dapat mendorong peningkatan standar keamanan di industri sekuritas Indonesia, sekaligus mengedukasi investor untuk lebih waspada terhadap ancaman siber.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade dan jutaan investor yang mempercayakan asetnya, IPOT berkomitmen untuk terus menjadi platform investasi yang aman, terpercaya, dan berorientasi pada perlindungan jangka panjang investor Indonesia. (rel/sih)

Editor : Redaksi
#IPOT #perbankan