Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Utang Luar Negeri Indonesia Turun ke USD 423,8 Miliar

Johan Panjaitan • Jumat, 16 Januari 2026 | 22:00 WIB
ILUSTRASI: Uang Indonesia. (pixabay)
ILUSTRASI: Uang Indonesia. (pixabay)

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia kembali menunjukkan tren penurunan. Bank Indonesia mencatat, pada November 2025 ULN berada di level USD 423,8 miliar, lebih rendah dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai USD 424,9 miliar. Penurunan ini mencerminkan pengelolaan utang yang tetap terjaga di tengah dinamika dan ketidakpastian pasar keuangan global.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa secara tahunan pertumbuhan ULN Indonesia tercatat sangat moderat, hanya 0,2 persen (year on year/YoY). Angka ini melambat dibandingkan Oktober 2025 yang masih tumbuh 0,5 persen (YoY).

“Perlambatan tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya pertumbuhan ULN sektor publik,” ujar Denny di Jakarta, kemarin (15/1).

ULN Pemerintah Menyusut

Posisi ULN pemerintah pada November 2025 tercatat sebesar USD 209,8 miliar, turun dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai USD 210,5 miliar. Secara tahunan, pertumbuhannya juga melambat dari 4,7 persen (YoY) menjadi 3,3 persen (YoY).

Menurut Denny, penurunan ini tidak lepas dari dinamika kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) di tengah perubahan sentimen investor global. Meski demikian, struktur pembiayaan pemerintah dinilai tetap sehat dan terkelola secara hati-hati.

Berdasarkan sektor ekonomi, pemanfaatan ULN pemerintah paling besar dialokasikan untuk jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan porsi 22,2 persen. Disusul administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 19,7 persen, jasa pendidikan 16,4 persen, konstruksi 11,7 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,6 persen.

ULN Swasta Ikut Turun

Di sisi lain, ULN swasta juga mengalami penurunan. Pada November 2025, ULN swasta tercatat sebesar USD 191,2 miliar, turun dari Oktober 2025 yang mencapai USD 191,7 miliar. Secara tahunan, ULN swasta masih terkontraksi 1,3 persen (YoY), meski lebih rendah dibandingkan kontraksi Oktober 2025 sebesar 1,5 persen (YoY).

Kontribusi terbesar ULN swasta berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian, dengan porsi mencapai 80,5 persen dari total ULN swasta.

Bank Indonesia menegaskan, perkembangan ULN Indonesia secara keseluruhan masih berada pada level yang aman dan terkendali, serta didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan utang guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#ULN #pasar #bank indonesia #indonesia #keuangan global