Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Raffi Ahmad Jadi Duta, Netizen: Benahi Layanan Dulu

R
Penulis: Redaksi❯
Raffi Ahmad jadi Duta Kehormatan BPJS Kesehatan. (Instagram @raffinagita1717)
Raffi Ahmad jadi Duta Kehormatan BPJS Kesehatan. (Instagram @raffinagita1717)

Advertisement

 

sumutpos.jawapos.com - Penunjukan Raffi Ahmad sebagai Duta Kehormatan BPJS Kesehatan menandai babak baru pendekatan komunikasi dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Di tengah tantangan menjaga keberlanjutan layanan dan meningkatkan kepesertaan aktif, langkah ini dinilai sebagai strategi kultural, mengandalkan figur publik untuk menjangkau kesadaran masyarakat, terutama generasi muda.

Melansir Instagram @pandemictalks, Minggu (26/4/2026), pengukuhan yang berlangsung pada 23 April 2026 itu bukan sekadar seremoni. Di baliknya, terdapat agenda besar: mengubah cara publik memandang kesehatan, dari reaktif menjadi preventif. BPJS Kesehatan melihat perlunya pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat, terutama milenial dan Gen Z yang kini menjadi kelompok dominan dalam demografi produktif.

Advertisement

Selama lebih dari satu dekade sejak diluncurkan pada 2014, program JKN telah menjangkau hampir seluruh penduduk Indonesia, mendekati 99 persen atau sekitar 288–289 juta jiwa. Namun, persoalan klasik masih membayangi, tidak semua peserta aktif memanfaatkan layanan secara rutin. Banyak yang baru mengurus kepesertaan saat kondisi darurat.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan hanya soal cakupan, tetapi kualitas layanan dan keberlanjutan sistem. Setiap hari, program ini menangani sekitar 2 juta transaksi layanan kesehatan dengan nilai pembiayaan mencapai ratusan miliar rupiah.

Advertisement

Dalam konteks itulah, figur seperti Raffi Ahmad dinilai relevan. Selain memiliki jangkauan luas, ia juga dianggap mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif, terutama untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya hidup sehat sejak dini.

“Sehat itu harus dimulai dari muda, jangan menunggu sakit,” ujar Raffi dalam kesempatan tersebut.

Ia menekankan bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang yang kerap diabaikan. Dalam narasinya, kesuksesan karier dan finansial tidak akan berarti jika kondisi fisik tidak mendukung. Pesan ini menjadi inti kampanye yang akan ia gaungkan sebagai duta.

Lebih jauh, Raffi juga berkomitmen mengemas kampanye kesehatan dengan pendekatan yang lebih relevan, seperti kolaborasi dengan influencer, komunitas hobi, hingga kegiatan olahraga massal. Pendekatan ini diharapkan mampu menggeser persepsi bahwa program JKN bukan sekadar jaminan saat sakit, melainkan bagian dari gaya hidup sehat.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga tengah menghadapi perubahan tren penyakit. Kasus penyakit katastropik seperti diabetes dan hipertensi kini mulai banyak ditemukan pada usia muda, sebuah fenomena yang menuntut pendekatan promotif dan preventif yang lebih agresif.

Advertisement

Artikel Terkait

Pasien BPJS Ditolak RS, Salman Alfarisi : Perbanyak Bed!

Pasien BPJS Ditolak RS, Salman Alfarisi : Perbanyak Bed!

Salman Alfarisi meminta pemerintah serius dalam mengjadapi masalah rs tolak pasien bpjs dengan alasan tidak ada kamar.

BPJS Kesehatan Apresiasi Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan di FKTP Kota Medan

BPJS Kesehatan Apresiasi Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan di FKTP Kota Medan

BPJS Kesehatan memberikan apresiasi pada Pemko Medan karena memiliki terobosan dan layanan JKN.

DPRD Medan Sesalkan Dugaan Penolakan Pasien oleh RS Eshmun, Faisal Arbie : Segera Kami Panggil untuk RDP

DPRD Medan Sesalkan Dugaan Penolakan Pasien oleh RS Eshmun, Faisal Arbie : Segera Kami Panggil untuk RDP

Ada dugaan pasien terlantar di RS Eshmun Marelan. DPRD Medan akan segera memanggil manajemen agar dilaksanakan rdp.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer