
MEDAN, SUMUT POS- Antrean panjang pasien rujukan BPJS Kesehatan hingga kesulitan mendapatkan tempat tidur di rumah sakit rujukan Sumatera Utara menjadi sorotan Wakil Ketua DPRD Sumut, H. Salman Alfarisi.
Ia mendesak Pemprov Sumut segera mengalokasikan anggaran untuk menambah kapasitas tempat tidur (bed) rumah sakit.
Berdasarkan data rasio tempat tidur rumah sakit di Sumut, ketersediaan saat ini mencapai 1,6 bed per 1.000 penduduk.
Namun, angka tersebut masih terkonsentrasi di kawasan Medan dan Deliserdang. Sementara itu, 20 kabupaten/kota lainnya masih belum memenuhi standar kebutuhan.
“Jangan hanya melihat angka rasio provinsi. Faktanya, distribusi tempat tidur belum merata. Ketimpangan ini membuat pasien dari berbagai daerah harus dirujuk ke rumah sakit tertentu yang kapasitasnya juga terbatas,” ucap Salman kepada wartawan di Medan, Kamis (05/11/2026).
Ia juga menyoroti tidak adanya anggaran penambahan bed rumah sakit dalam catatan KUA-PPAS Sumut. Menurutnya, kondisi ini menjadi kontradiksi ketika antrean pasien rujukan BPJS masih menjadi persoalan, tetapi kebutuhan peningkatan kapasitas rumah sakit belum diakomodasi dalam perencanaan anggaran.
“Ini persoalan serius. Antrean pasien rujukan BPJS masih panjang, tetapi dalam catatan KUA-PPAS tidak ada anggaran penambahan tempat tidur rumah sakit. Lalu bagaimana persoalan ini mau diselesaikan?” ujarnya.
Salman mendesak Pemprov Sumut menjadikan penambahan kapasitas rumah sakit sebagai prioritas dalam pembahasan APBD. Alokasi anggaran harus disusun berdasarkan kebutuhan riil setiap kabupaten/kota.
“Jangan sampai masyarakat sudah mendapatkan rujukan BPJS, tetapi ketika tiba di rumah sakit tidak mendapatkan tempat tidur karena kapasitas penuh. Pemerintah harus berani mengalokasikan anggaran. Jangan hanya mengakui persoalan, tetapi anggarannya tidak disiapkan,” pungkas Salman. (map/ram)



