
MEDAN, SUMUT POS - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut melakukan pengawasan beras fortifikasi di tiga daerah, yakni Kabupaten Karo, Kota Binjai, dan Kabupaten Serdangbdagai.
Hasilnya, beras fortifikasi tidak ditemukan di satu pun lokasi. Meski begitu, tim mendapati enam merek beras di Asia King Binjai dijual tanpa informasi kualitas pada label kemasan.
Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap mengatakan, produk tersebut diminta tidak diperjualbelikan dan tidak dipajang, sementara ritel terkait akan dikenai surat teguran.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Apresiasi Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan di FKTP Kota Medan
Di Kabupaten Karo, tim lebih dulu mendatangi Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.
"Tim melakukan kunjungan ke dinas perindustrian dan perdagangan Kabupaten Karo, mendapatkan informasi dari kepala bidang perdagangan, Tri Kapabel Kaban, bahwa mereka belum pernah melihat dan mendengar ada beras fortifikasi yang beredar di Karo," ujar Dedi saat memberikan keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Menurut Dedi, jenis beras yang beredar di Karo hanya premium, medium, dan SPHP.
"Pihak dinas akan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait jika kelak menemukan 25 merek beras fortifikasi palsu di Kabupaten Karo," kata Dedi.
Pengawasan dilanjutkan langsung ke toko beras Sitangkai Mbuah di Berastagi dan Toko Bulir Mas di Kabanjahe. Pada kedua toko ini tim tidak menemukan penjualan beras fortifikasi.
"Yang dijual adalah beras premium, medium, serta beras merah," ungkapnya.



