Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Medan Sesalkan Dugaan Penolakan Pasien oleh RS Eshmun, Faisal Arbie : Segera Kami Panggil untuk RDP

J
Penulis: Juli Rambe❯
KURSI: Pasien yang membutuhkan pertolongan justru meringkuk di kursi ruang tunggu RS Eshmun karena tidak mendapatkan penanganan medis dari rumah sakit tersebut. (Dok: warga)
KURSI: Pasien yang membutuhkan pertolongan justru meringkuk di kursi ruang tunggu RS Eshmun karena tidak mendapatkan penanganan medis dari rumah sakit tersebut. (Dok: warga)

Advertisement

 

MEDAN, SUMUT POS- Dugaan penolakan terhadap seorang pasien yang dilakukan oleh RS Eshmun di Jalan Marelan Raya, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan pada Senin (3/11/2026) malam, mendapatkan perhatian serius dari Anggota DPRD Kota Medan, dr Faisal Arbie M.Biomed.

Faisal Arbie mengaku kecewa dengan sikap RS Eshmun yang dinilai tidak bertanggungjawab dalam memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan seorang pasien lansia bernama Arifsyah (78).

Advertisement

Pasalnya, pasien bukan hanya ditolak untuk rawat inap, tetapi pasien juga tidak mendapatkan perawatan apapun dari pihak RS Eshmun.

"Kita sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh RS Eshmun yang telah menolak pasien dan memperlakukan pasien dengan tidak layak. Apa yang dilakukan RS Eshmun sangat mencederai semangat Pemerintah Kota Medan yang telah memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh warga Kota Medan," ucap Faisal Arbie kepada Sumut Pos, Selasa (3/11/2026).

Advertisement

Diceritakan Faisal Arbie, awalnya sebagai Anggota DPRD Kota Medan, dirinya mendapatkan laporan akan adanya warga Medan yang sakit dan segera mendapatkan pertolongan medis. Berangkat dari laporan tersebut, Faisal Arbie langsung menghubungi Dirut RS Eshmun agar pasien tersebut dapat segera mendapatkan perawatan.

"Warga ini mengeluh tidak bisa buang air kecil. Karena RS yang terdekat dengan rumah warga tersebut adalah RS Eshmun, maka saya arahkan agar kesana. Sebelumnya saya sudah hubungi Dirut RS nya, dan dipersilakan untuk segera dibawa ke RS tersebut untuk mendapatkan perawatan," ujar politisi Partai NasDem itu.

Akan tetapi saat pasien datang ke RS tersebut, pasien yang didampingi keluarganya justru tidak mendapatkan bed di IGD karena bed di IGD sudah penuh. Pasien juga tidak mendapatkan ruang rawat inap karena pihak RS mengaku seluruh ruang rawat inap telah penuh.

"Terakhir, pasien justru tidur di kursi besi tempat biasa pasien mengantri. Padahal kita tahu, pasien tersebut masuk ke dalam triase kuning (prioritas 2) yang memerlukan penanganan cepat. Hal ini sangat tidak layak untuk dialami oleh pasien," katanya.

Setelah sekitar satu jam menunggu, sambung Faisal Arbie, pasien baru mendapatkan bed di ruang IGD. Namun tidak lama kemudian, pihak RS Eshmun justru mendatangi keluarga pasien dan mengatakan bahwa pasien tidak sapat dirawat di RS tersebut karena ketiadaan alat yang dibutuhkan untuk menangani penyakit yang dialami pasien.

Advertisement

Artikel Terkait

RS Diduga Tolak Pasien BPJS, DPRD Desak Pemko Medan Bentuk Satgas Khusus

RS Diduga Tolak Pasien BPJS, DPRD Desak Pemko Medan Bentuk Satgas Khusus

DPRD desak Pemko Medan bentuk satgas khusus untuk menindaklanjuti dugaan penolakan pasien BPJS Kesehatan dan UHC oleh rumah sakit.

BPJS Kesehatan Tegaskan Program JKN Tidak Dihapus, Isu Kopdes Merah Putih Hoaks

BPJS Kesehatan Tegaskan Program JKN Tidak Dihapus, Isu Kopdes Merah Putih Hoaks

BPJS Kesehatan membantah isu penghapusan JKN dan penggantian dengan Klinik Kopdes Merah Putih. Program JKN dipastikan tetap berjalan.

Pasien BPJS Ditolak RS, Salman Alfarisi : Perbanyak Bed!

Pasien BPJS Ditolak RS, Salman Alfarisi : Perbanyak Bed!

Salman Alfarisi meminta pemerintah serius dalam mengjadapi masalah rs tolak pasien bpjs dengan alasan tidak ada kamar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer