Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

LAB Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Satukan Ratusan Inovasi Global untuk Perkuat Daya Saing Industri

Johan Panjaitan • Rabu, 15 April 2026 | 14:59 WIB
Lab Indonesia 2026 resmi dibuka hari ini di Hall 5-7 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City berlangsung pada 15-17 April 2026. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Lab Indonesia 2026 resmi dibuka hari ini di Hall 5-7 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City berlangsung pada 15-17 April 2026. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

 

TANGERANG, Sumutpos.jawapos.com-Transformasi industri berbasis riset kian menemukan momentumnya. LAB Indonesia 2026 resmi dibuka di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Rabu (15/4/2026), menghadirkan lanskap baru bagi penguatan ekosistem laboratorium nasional yang semakin kompetitif dan terintegrasi secara global.

Mengusung tema “Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness,” pameran ini menjadi titik temu strategis antara inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas negara. Sebanyak 305 perusahaan dari 16 negara ambil bagian, menghadirkan 921 teknologi dan solusi laboratorium dari 32 negara.

Skala tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar strategis sekaligus pusat pertumbuhan industri laboratorium di kawasan. Tak hanya itu, ajang ini juga mempertemukan 205 trade buyers dan menargetkan lebih dari 15.000 pengunjung profesional selama tiga hari penyelenggaraan, hingga 17 April 2026.

Beragam teknologi mutakhir ditampilkan, mulai dari sistem analitik, bioteknologi dan life sciences, instrumen laboratorium, hingga solusi testing, research and development, serta quality assurance and control. Keseluruhan inovasi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap sistem pengujian yang presisi, efisien, dan terstandarisasi.

Baca Juga: Ini Alasan Bobby Nasution Tampar Seorang Pria di KONI Sumut

Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, menegaskan bahwa LAB Indonesia bukan sekadar pameran teknologi, melainkan platform kolaboratif yang mempertemukan pelaku industri, akademisi, dan profesional.

“LAB Indonesia terus berkembang sebagai jembatan antara inovasi global dan kebutuhan industri nasional. Edisi kedelapan ini hadir dengan skala lebih besar, program lebih beragam, serta kolaborasi strategis yang membuka peluang baru,” ujarnya.

Dari sisi kebijakan dan riset, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Dr. Ratno Nuryadi, menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam membangun kemandirian teknologi nasional.

Menurutnya, kualitas infrastruktur laboratorium, akses terhadap teknologi mutakhir, serta konektivitas ekosistem menjadi faktor penentu kemajuan riset dan industri.

“Melalui LAB Indonesia, terjadi akselerasi transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta terbukanya kolaborasi strategis antara periset, industri, dan pemerintah,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penguatan sektor laboratorium sejalan dengan arah pembangunan nasional, termasuk peta jalan riset dan visi industrialisasi berbasis teknologi tinggi.

Baca Juga: Terkait Kasus Dugaan Perzinahan dan Perselingkuhan, Inarasati akan Diperiksa Besok

Tak hanya menghadirkan teknologi, LAB Indonesia 2026 juga memperkaya pengalaman pengunjung melalui berbagai program interaktif. Di antaranya Learning LabVenture Zone yang memungkinkan pengujian material berbahan kulit secara mikroskopis, hingga Laboratory Consultation Clinic yang memberikan akses konsultasi langsung bersama pakar dari Politeknik AKA Bogor.

Sisi humanis pun tak luput dihadirkan melalui Wellness Corner Area, yang menyediakan layanan relaksasi seperti terapi pijat oleh komunitas tunanetra, terapi Terahertz Wave, hingga layanan kesehatan laboratorium oleh ILKI.

Dengan luas area pameran mencapai 14.500 meter persegi, LAB Indonesia 2026 tampil lebih besar, lebih komprehensif, dan lebih relevan terhadap kebutuhan industri masa depan.(ari/han)

Editor : Johan Panjaitan
#lab indonesia #ice bsd #inovasi global #kompetitif #Daya Saing Pariwisata Indonesia