Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Sumut Kirim Cabai Merah Keriting ke Palangka Raya Sebanyak 1,05 Ton

Juli Rambe • Kamis, 23 April 2026 | 14:20 WIB
LEPAS: Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Rudy Brando Hutabarat bersama Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat melepas pengiriman cabai merah keriting dalam skema Kerja Sama KAD ke Palangka Raya, Kalteng. (Dok: istimewa)
LEPAS: Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Rudy Brando Hutabarat bersama Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat melepas pengiriman cabai merah keriting dalam skema Kerja Sama KAD ke Palangka Raya, Kalteng. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (BI Sumut) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprovsu), Pemerintah Kabupaten Karo, dan Pemerintah Kota Palangka Raya kembali memperkuat sinergi pengendalian inflasi.

Melalui pelepasan pengiriman cabai merah keriting dalam skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD), ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), yang dilaksanakan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (22/4) sore.

Pada kegiatan ini, total cabai merah keriting yang dikirimkan mencapai 1,05 ton dan dilakukan dalam tiga tahap pengiriman.

Baca Juga: Syekh Ahmad Al Misry Bantah Lakukan Pelecehan Seksual Sesama Jenis

Kegiatan tersebut, merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga stabilitas harga dan kecukupan pasokan komoditas pangan strategis, khususnya cabai merah keriting, di tengah dinamika produksi dan distribusi antarwilayah.

Penguatan konektivitas perdagangan antar daerah ini menjadi kunci untuk mengatasi ketidakseimbangan pasokan dan harga antar wilayah.

Cabai merah merupakan salah satu komoditas utama penyumbang inflasi pangan yang pergerakan harganya sangat dipengaruhi oleh kondisi pasokan. 

Saat ini, Sumut, khususnya Kabupaten Karo sebagai sentra produksi cabai merah sedang mengalami surplus pasokan akibat panen serentak, sehingga harga di tingkat produsen sempat mengalami tekanan signifikan. 

Sebaliknya, Kota Palangka Raya, Kalteng sedang menghadapi keterbatasan pasokan yang berdampak pada relatif tingginya harga cabai di wilayah tersebut. Kondisi ini menegaskan pentingnya optimalisasi distribusi antarwilayah sebagai upaya menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Rudy Brando Hutabarat menegaskan, bahwa BI terus berkomitmen memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui pendekatan hulu hingga hilir. 

"Implementasi Kerja Sama Antar Daerah merupakan salah satu strategi utama yang secara konsisten didorong oleh Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memperkuat keseimbangan pasokan dan permintaan antarwilayah serta memitigasi gejolak harga," katanya.

Ke depan, lanjut Rudy, TPID Provinsi Sumut akan terus mendorong penguatan ekosistem pangan daerah yang tidak hanya berfokus pada aspek distribusi, namun juga mencakup peningkatan produktivitas, perbaikan efisiensi rantai pasok, serta pemanfaatan digitalisasi sistem informasi pangan. 

"Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya pengendalian inflasi yang lebih adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan, guna menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mendukung kesejahteraan masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam sambutannya menyampaikan, apresiasinya atas sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengendalian inflasi daerah. 

"Kerja sama ini dinilai sebagai langkah konkret dalam merespons kondisi surplus produksi cabai merah di Sumatera Utara yang sempat menekan harga di tingkat petani hingga sekitar Rp12.000 per kilogram, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan daerah tujuan," ujarnya. (dwi/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#kerja sama antardaerah #sumut surplus cabai merah #sumut kirim cabai merah