Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

GoTo Cetak Sejarah: Laba Bersih Perdana, Fondasi Bisnis Kian Kokoh

Johan Panjaitan • Rabu, 29 April 2026 | 16:12 WIB
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatatkan laba bersih pada kuarta I 2026 sebesar sebesar Rp171 miliar. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatatkan laba bersih pada kuarta I 2026 sebesar sebesar Rp171 miliar. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Untuk pertama kalinya sejak berdiri, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatatkan laba bersih—sebuah tonggak penting yang menandai perubahan arah fundamental perusahaan dari fase pertumbuhan menuju profitabilitas yang berkelanjutan.

Pada kuartal pertama 2026, GoTo membukukan laba bersih sebesar Rp171 miliar, berbalik signifikan dari rugi Rp367 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Lompatan ini bukan sekadar perbaikan angka, melainkan refleksi dari disiplin operasional, efisiensi biaya, dan strategi bisnis yang mulai matang.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyebut capaian ini sebagai hasil dari perjalanan panjang transformasi internal perusahaan.

“Ini adalah momen penting bagi GoTo. Kami berhasil menyeimbangkan pertumbuhan dan efisiensi, sekaligus menciptakan nilai nyata bagi pelanggan, mitra pengemudi, dan pelaku usaha,” ujarnya.

Baca Juga: Realisasi Belanja Dinas SDABMBK Medan Tahun 2025 Hanya 68,81 Persen, Rizki Lubis: Jangan Sampai Terulang di Tahun Ini

 

Dari sisi kinerja, pertumbuhan perusahaan terlihat solid. Pendapatan bersih meningkat 26 persen secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun, didorong oleh lonjakan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 65 persen menjadi Rp138 triliun. Secara keseluruhan, total GTV GoTo mencapai Rp236 triliun—naik 63 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tak kalah signifikan, EBITDA yang disesuaikan melonjak 131 persen menjadi Rp907 miliar, mempertegas kuatnya operating leverage yang mulai tertanam dalam struktur bisnis perusahaan.

Gosend, salah satu layanan Go To. (Istimewa/Sumut Pos)
Gosend, salah satu layanan Go To. (Istimewa/Sumut Pos)

 

Direktur Keuangan GoTo, Simon Ho, menekankan bahwa pertumbuhan pendapatan kini jauh melampaui peningkatan biaya. Ia juga menggarisbawahi peran teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dalam menekan biaya layanan dan meningkatkan efisiensi operasional.

“Strategi teknologi kami mulai menunjukkan hasil nyata. Kami juga mencatat arus kas bebas positif, yang memperkuat posisi keuangan untuk menghadapi dinamika global,” jelasnya.

Di sektor Financial Technology, performa GoTo mencatatkan akselerasi kuat. Pendapatan tumbuh 58 persen menjadi Rp1,9 triliun, dengan EBITDA melonjak drastis hingga 674 persen. Jumlah pengguna bertransaksi bulanan mencapai 27,5 juta, sementara nilai buku pinjaman meningkat menjadi Rp9,9 triliun—menunjukkan ekspansi yang agresif namun tetap terkelola.

Sementara itu, lini On-demand Services tetap stabil dan produktif. Pendapatan tumbuh 12 persen menjadi Rp3,4 triliun, dengan EBITDA meningkat 40 persen. Segmen pengantaran (delivery) menjadi pendorong utama, sementara mobilitas menunjukkan ketahanan meski terdampak faktor musiman.

Di balik kinerja finansial, GoTo juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan. Peningkatan peringkat ESG menjadi ‘AA’ mencerminkan keseriusan perusahaan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam strategi bisnis.

Dengan fondasi yang semakin kuat, GoTo tetap mempertahankan proyeksi EBITDA tahunan di kisaran Rp3,2–3,4 triliun. Namun, perusahaan juga menyadari tantangan global yang masih membayangi, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga kompetisi pasar yang kian ketat.

Kini, dengan laba bersih pertama di tangan dan arah bisnis yang semakin jelas, GoTo tidak lagi sekadar bertumbuh—melainkan mulai membuktikan kemampuannya untuk bertahan dan menciptakan nilai dalam jangka panjang.(rel/han)

Editor : Johan Panjaitan
#fintech #kuartal 1 #laba bersih #kinerja #Go To