Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Grab Business Forum 2026 Dorong Perusahaan Tumbuh Lebih Cerdas dan Eksekusi Lebih Cepat di Tengah Ketidakpastian Global

Triadi Wibowo • Kamis, 11 Juni 2026 | 12:40 WIB
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi

 

JAKARTA - Memasuki semester kedua 2026, dunia usaha menghadapi lanskap yang semakin kompleks. Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, tekanan rantai pasok, percepatan integrasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI), hingga perilaku konsumen yang semakin selektif menuntut perusahaan untuk bertumbuh dengan cara yang lebih cerdas dan disiplin.

Menjawab tantangan tersebut, Grab Indonesia kembali menggelar Grab Business Forum 2026 bertema “The Next Chapter: Scale Smarter, Execute Faster” di Jakarta, Senin (9/6/2026). 

Forum ini menjadi wadah bagi para pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, ekonom, dan praktisi industri untuk berbagi perspektif dalam menavigasi fase pertumbuhan berikutnya secara lebih terarah dan siap dieksekusi.

Baca Juga: 50 Kafilah MTQ Langkat Dilepas, Target Pertahankan Tiga Besar Sumut

Diskusi dalam forum ini relevan dengan tantangan korporasi saat ini, yakni menyeimbangkan agenda pertumbuhan dengan efisiensi biaya, produktivitas, dan kecepatan operasional. Sebanyak 47 persen pemimpin bisnis di Asia Tenggara menjadikan inovasi sebagai pendorong utama pertumbuhan, sementara 56 persen CFO menempatkan optimalisasi biaya sebagai prioritas utama pada 2026.

Di sisi lain, 91 persen organisasi berencana meningkatkan investasi AI, namun hanya 25 persen yang melaporkan bahwa inisiatif AI dan otomatisasi mereka telah menghasilkan return on investment (ROI) sesuai harapan. 

Beban administratif dan proses kerja yang repetitif juga masih menjadi hambatan produktivitas dan memperlambat eksekusi bisnis.
Pada penyelenggaraan tahun ketujuh ini, Grab menghadirkan ekonom senior Indonesia sekaligus mantan Menteri Keuangan RI periode 2013-2014, M. Chatib Basri, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie.

Baca Juga: Gubsu Ajak Provider Telekomunikasi Perlua Akses Internet di Sumut

Dalam sesi keynote, Chatib Basri menyoroti perubahan sumber pertumbuhan bisnis di tengah dinamika global. Menurutnya, perusahaan tidak lagi dapat mengandalkan faktor tradisional seperti biaya modal rendah atau tenaga kerja murah.

“Pertumbuhan ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan meningkatkan produktivitas, mengalokasikan sumber daya secara lebih presisi, serta membangun ketahanan agar tetap adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan momentum pertumbuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Stella Christie menegaskan bahwa keberhasilan adopsi AI tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mengimplementasikannya.

“Perusahaan perlu memilah tantangan yang memang perlu diselesaikan dengan AI, menentukan waktu adopsi yang tepat, serta menyiapkan talenta yang mampu menggunakan AI secara kritis dan bertanggung jawab. Yang tak kalah penting, setiap adopsi AI perlu tetap menjaga humans in the loop agar teknologi mendukung pengambilan keputusan tanpa menghilangkan peran manusia dalam memahami konteks dan menilai hasil,” katanya.

Baca Juga: Sempat Dirawat di Medan, Anggota Satpol PP Dairi Meninggal Dunia

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan peluang pertumbuhan tetap terbuka meski ruang untuk tumbuh dengan cara lama semakin terbatas.

“Pertumbuhan ke depan menuntut kemampuan untuk scale smarter melalui penetapan prioritas yang lebih tepat dan alokasi sumber daya yang lebih presisi, sekaligus execute faster dengan memanfaatkan teknologi dan AI untuk meningkatkan produktivitas, visibilitas, kontrol, serta pengambilan keputusan berbasis data,” ujarnya.

Sementara itu, Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, menjelaskan bahwa banyak perusahaan telah memiliki strategi pertumbuhan yang kuat, namun masih menghadapi kendala operasional yang memperlambat eksekusi. Untuk itu, Grab menghadirkan Grab For Business sebagai platform layanan B2B yang membantu perusahaan mengelola transportasi karyawan, perjalanan bisnis, business meals, hingga layanan pengantaran secara lebih terstruktur dan terukur.

Baca Juga: Harapan Warga Gunung Tua Tonga di Balik Kunjungan TP PKK Sumut: Usaha Ibu-Ibu Makin Maju, Ekonomi Keluarga Kian Kuat

Manfaat platform tersebut turut dirasakan oleh PLN Icon Plus. Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Icon Plus, Dedi Budi Utomo, menyebut Grab For Business membantu perusahaan dalam pengelolaan mobilitas ribuan karyawan sekaligus mendukung target keberlanjutan melalui pemanfaatan armada kendaraan listrik.

“Dengan visibilitas transaksi secara real-time, proses pengecekan laporan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit,” katanya.

Berdasarkan riset Forrester, otomatisasi proses expense claims melalui Grab For Business mampu menghemat lebih dari 11.500 jam kerja per tahun. Selain meningkatkan efisiensi operasional, Grab For Business juga mendukung perusahaan dalam mengukur dan melaporkan dampak keberlanjutan dari perjalanan bisnis. 

Baca Juga: Deschamps Tetap Percaya, Mbappe Diproyeksikan Jadi No. 9 Prancis di Piala Dunia 2026

Saat ini, Grab mengoperasikan lebih dari 14.000 kendaraan listrik di Indonesia dan menargetkan peningkatan jumlah armada hingga tiga kali lipat pada akhir 2026.

Melalui Grab Business Forum 2026, Grab menegaskan komitmennya untuk membantu perusahaan membangun sistem operasional yang lebih terhubung, terstruktur, dan efisien guna menghadapi transformasi lanskap bisnis yang semakin kompleks serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. (rel/tri)

Editor : Redaksi
#Grab Business Forum 2026