sumutpos.jawapos.com - Penggunaan QRIS lintas negara terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi QRIS yang dilakukan wisatawan asing saat berbelanja di Indonesia kini jauh lebih besar dibandingkan transaksi warga negara Indonesia (WNI) yang menggunakan QRIS saat berada di luar negeri.
Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (19/6/2026), berdasarkan data hingga Mei 2026, transaksi QRIS inbound atau pembayaran yang dilakukan turis asing di Indonesia mencapai Rp4,3 triliun. Angka tersebut hampir tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan transaksi QRIS outbound oleh WNI di luar negeri yang tercatat sebesar Rp1,47 triliun.
Deputi Gubernur Filianingsih mengatakan tingginya transaksi inbound menunjukkan semakin besarnya pemanfaatan sistem pembayaran digital Indonesia oleh wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Jepang Terapkan Disiplin Merokok, Perokok Wajib Tahu Tempatnya
Menurutnya, negara yang paling banyak menyumbang transaksi QRIS di Indonesia berasal dari Malaysia, Tiongkok, dan Singapura. Ketiga negara tersebut menjadi koridor utama penggunaan QRIS lintas batas yang saat ini telah terhubung dengan sistem pembayaran Indonesia.
Peningkatan transaksi ini juga mencerminkan semakin luasnya penerimaan QRIS di berbagai sektor usaha, mulai dari pusat perbelanjaan, restoran, destinasi wisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di sisi lain, BI juga mencatat perkembangan positif pada penggunaan QRIS Tap. Metode pembayaran berbasis sentuhan (tap) tersebut semakin diminati masyarakat, terutama setelah diterapkan secara luas pada berbagai moda transportasi publik.
Baca Juga: Zulkarnaen SKM : Nilai Pancasila Bawa Generasi Z dan Post Z jadi Generasi Emas
Tingkat adopsi QRIS Tap di sektor transportasi saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Capaian tersebut didorong oleh integrasi sistem pembayaran pada sejumlah layanan transportasi utama di kawasan Jabodetabek, seperti KRL, MRT, LRT, dan TransJakarta.
Bank Indonesia memperkirakan penggunaan QRIS Tap akan terus berkembang ke berbagai sektor lainnya. Saat ini, sekitar 3,2 juta merchant telah mengadopsi layanan tersebut, membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk melakukan transaksi secara cepat dan praktis.
Tren pertumbuhan itu juga terlihat dari peningkatan volume transaksi QRIS Tap yang naik 3,06 persen secara bulanan menjadi 634 ribu transaksi. Sementara itu, nilai nominal transaksi meningkat 5,1 persen hingga mencapai Rp6,3 triliun.
Baca Juga: Pencairan JHT Lebih Dari Rp50 Juta Kena Pajak
Dengan semakin banyaknya wisatawan asing yang memanfaatkan QRIS serta meluasnya penggunaan QRIS Tap di berbagai layanan, sistem pembayaran digital Indonesia dinilai semakin menunjukkan daya saingnya di tingkat regional sekaligus mendukung percepatan ekonomi digital nasional.(lin)
Editor : Redaksi