MEDAN, SUMUT POS- PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (kode emiten PGLI) menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha bersih sebesar Rp22,997 miliar pada tahun ini. Proyeksi ini meningkat jika dibandingkan realisasi pendapatan tahun lalu sebesar Rp19,165 miliar.
Hal itu terungkap dalam public expose PGLI yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026) di Hotel Travellers Suites Medan.
Direktur PGLI Linda Sari mengatakan mengatakan, pendapatan usaha bersih tersebut bersumber dari unit usaha perhotelan yakni Hotel Travellers Suites Medan, dan unit usaha bakehouse yakni Le Chic Bakery & Pastry, yang saat ini menjadi bisnis inti perseroan.
Baca Juga: Bunuh Ibu Kandung, Bocah SD di Medan Divonis Pendampingan Kemensos 5 Bulan
"Proyeksi disusun berdasarkan asumsi internal perseroan dan dapat berubah sesuai kondisi ekonomi, industri, regulasi dan faktor lain di luar kendali perseroan," ujarnya dalam rapat yang juga dihadiri Presiden Komisaris Nelson Sihotang, Komisaris Tambak Onggo, Wakil Presiden Direktur Animan Hutapea serta Direktur Henry Wigin.
Linda Sari mengatakan, perseroan akan terus memaksimalkan kinerja unit usaha perhotelan melalui serangkaian strategi yang terukur. Upaya peningkatan occupancy kamar akan menjadi prioritas utama dan didukung dengan optimalisasi penjualan meeting room melalui penawaran berbagai paket yang kompetitif dan menarik bagi segmen korporasi maupun individu.
"Perseroan meyakini bahwa peningkatan occupancy dan utilisasi ruang pertemuan secara bersamaan akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pendapatan segmen perhotelan," tuturnya.
Sedangkan Wakil Presiden Direktur Animan Hutapea mengatakan, perseroan juga akan mengoptimalkan unit bakehouse melalui anak usaha PT Boga Abadi Prima yang mengelola Le Chic Bakery & Pastry.
"PT Boga Abadi Prima akan terus berfokus pada pengembangan dan inovasi produk secara berkelanjutan untuk memperkuat daya saing di pasar. Sejalan dengan itu perseroan akan melakukan kajian menyeluruh terhadap struktur biaya dan menerapkan langkah-langkah efisensi operasional yang tepat sasaran," tegasnya.
Sementara itu, Presiden Komisaris Nelson Sihotang mengatakan, di luar dua unit usaha tersebut, perseroan melalui PT Aek Simonggo Energy juga telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga minihidro dengan kapasitas 2 X 6 Megawatt (MW) atau sebesar 12 MW.
"PT Aek Simonggo Energy telah beroperasi secara komersial dan telah menandatangani commercial operation date bersama PT PLN (Persero). Seremonial penandatanganan COD dilakukan pada tanggal 3 Februari 2026 dan Aek Simonggo Energy telah menjual listrik kepada PLN terhitung sejak tanggal 27 Januari 2026. Penjualan listrik kepada PLN saat ini masih dibawah kapasitas output 9 MW, menyesuaikan dengan ketentuan dalam perjanjian jual beli tenaga listrik yang berlaku," tutur Nelson Sihotang.
Beroperasinya pembangkit listrik ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi perseroan dan pada akhirnya bagi pemegang saham. Kontribusi keuangan terhadap perseroan masih dalam tahap evaluasi dan akan tercermin pada laporan keuangan konsolidasian setelah periode operasi berjalan lebih panjang. Hingga Mei 2026, perseroan berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp 8,730 miliar atau meningkat jika dibandingkan dengan realiasi pendapatan hingga Mei 2025 yang sebesar Rp7,604 miliar.
Selain bisnis perhotelan dan kuliner, PGLI juga memiliki investasi pada sejumlah perusahaan energi, antara lain PT Aek Simonggo Energy (35 persen), PT Belida Karya Lestari (30 persen), PT Boga Abadi Prima (70 persen), PT Sei Wampu Energi (99 persen), serta PT Langkat Hidro Energi (99 persen). (ila/ram)
Editor : Juli Rambe