Inalum Kerahkan Tim Pemadam Grup MIND ID Tangani Karhutla di Mempawah

Triadi Wibowo • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 13:59 WIB
PT Inalum (Persero) saat mengerahkan tim pemadam Grup MIND ID tangani Karhutla di mempawah.
PT Inalum (Persero) saat mengerahkan tim pemadam Grup MIND ID tangani Karhutla di mempawah.

 

JAKARTA, SUMUTPOS -  PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Kabupaten Mempawah merupakan wilayah operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), anak usaha Inalum dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam), yang mengoperasikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) beserta fasilitas pendukungnya.

Sejak 24 Agustus 2026, Inalum dan BAI bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, relawan, serta masyarakat setempat melakukan pengendalian dan pemadaman di sejumlah titik api.

Baca Juga: Polres Palas dan Pemkab Perketat Pengawasan Harga dan Pasokan Pangan di Pasar Sibuhuan

Penanganan terus diperkuat karena sebagian titik kebakaran berada di lahan gambut. Kondisi tersebut membuat api berpotensi merambat dan bertahan di bawah permukaan tanah meski kobaran api di atas permukaan telah terlihat padam.

Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), Maroef Sjamsoeddin, pada Jumat (4/9), mengoordinasikan langsung pengerahan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup MIND ID untuk memperkuat tim yang telah bekerja di lapangan.

Personel tersebut merupakan gabungan dari Inalum, Antam, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk.

Maroef mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Grup MIND ID turun langsung membantu masyarakat sekaligus memperkuat pengendalian karhutla.

Baca Juga: Bandara Soetta, Halim dan Bandung Masih Tutup, 40 Penerbangan Dibatalkan/Dialihkan

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat,” ujar Maroef saat meninjau daerah terdampak di Mempawah, Jumat (4/9/2026).

Selain pengerahan personel, dukungan di lapangan juga dilakukan melalui penyediaan perlengkapan pemadaman, peralatan keselamatan, dan dukungan medis bagi relawan maupun masyarakat terdampak.

Dukungan tersebut antara lain berupa fasilitas kesehatan darurat, alat pelindung diri (APD), serta tambahan satu unit mobil pemadam kebakaran dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Baca Juga: Axioo Hype AI G3 Hadir, Laptop AI Ringan Mulai Rp8 Jutaan

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menegaskan keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional.

Menurutnya, kehadiran tim di lapangan tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi juga mencegah penyebaran kebakaran dan meminimalkan dampaknya.

“Bagi Inalum, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, ketika terdapat situasi darurat seperti karhutla, kami berupaya bergerak bersama seluruh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk membantu penanganannya,” kata Melati.

Ia menambahkan, kolaborasi menjadi kunci agar respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Baca Juga: Danamon Raih Dua Pengakuan pada Indonesia FX Awards 2026

“Kolaborasi menjadi kunci agar respons di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BAI, Darwin Saleh Siregar, menjelaskan penanganan karhutla di Mempawah menghadapi tantangan tersendiri karena sejumlah titik berada di kawasan lahan gambut.

“Api pada lahan gambut dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah padam. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang,” jelas Darwin.

Menurutnya, petugas juga membutuhkan sumber air yang memadai serta melakukan penyisiran dan pendinginan secara berulang untuk memastikan api benar-benar padam.

“Penyisiran dan pendinginan berulang diperlukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul,” katanya.

Baca Juga: BPBD : Banjir Medan Masih Terkendali, Tidak Ada Evakuasi

Melalui sinergi dengan Grup MIND ID, pemerintah, aparat, dan masyarakat, Inalum berkomitmen terus mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di masa mendatang.

Sebagai bagian dari Grup MIND ID, semangat kebersamaan tidak hanya diwujudkan melalui pencapaian dan pertumbuhan bersama, tetapi juga dengan hadir dan saling mendukung ketika menghadapi tantangan maupun kondisi darurat. (rel/tri)

Editor : Redaksi
Mempawah kebakaran hutan karhutla MIND ID inalum