APPSI Sumut - Pemprovsu Gelar Operasi Pasar, Tekan Harga Ayam Rp40 Ribu Per Kg

Juli Rambe • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:30 WIB
TINJAU: Ketua APPSI Sumut, Ihwan Ritonga meninjau pelaksanaan Operasi Pasar Daging Ayam Segar di Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing, Selasa (22/9/2026). (Dok: Markus Pasaribu/Sumut Pos)
TINJAU: Ketua APPSI Sumut, Ihwan Ritonga meninjau pelaksanaan Operasi Pasar Daging Ayam Segar di Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing, Selasa (22/9/2026). (Dok: Markus Pasaribu/Sumut Pos)

 

MEDAN, SUMUT POS- Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sumut dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, menggelar operasi pasar daging ayam segar dengan harga Rp40 ribu per kilogram (kg) di dua pasar tradisional di Kota Medan, yakni di Pasar Petisah dan di Pasar Sei Sikambing, Selasa (22/9) pagi.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menekan lonjakan harga ayam segar di pasar-pasar tradisional yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurut Ketua APPSI Sumut, Ihwan Ritonga didampingi Wakil Ketua Suwarno dan Sekretaris Umum (Sekum) Yusuf Nasution, operasi pasar daging ayam ini berawal dari rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Sumut beberapa minggu lalu untuk menurunkan harga ayam di seluruh pasar.

Baca Juga: Pemkab Dorong PLN Percepat Layanan Listrik di Langkat

"Hari ini kita mulai dengan jumlah tiga ton, masing-masing satu ton untuk Pasar Petisah dan dua ton ke Pasar Sei Sikambing. Kegiatan ini ditarget berkelanjutan di seluruh pasar, namun sementara 13 pasar," ucap Ihwan Ritonga.

Dikatakan Ihwan, operasi pasar ini sebagai upaya menekan harga ayam yang dinilai masyarakat terlalu tinggi. Sementara, mahalnya harga daging ayam dikarenakan terlalu panjang rantai pasok daro produsen daging ayam ke pedagang ayam di pasar.

"Terlalu banyak banyak agen dan pengepul sebelum ayam sampai ke meja-meja pedagang. Untuk itu, pemilik atau pengusaha ayam kita pertemukan langsung dengan pedagang sehingga harga bisa ditekan menjadi Rp40.000/Kg seperti saat ini. Umumnya, daging ayam dijual Rp46.000 hingga Rp48.000/kg," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Sumut ini juga menegaskan, program ini merupakan bagian dari peran DPRD Sumut untuk pengawasan, termasuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan, kepolisian dan Pemprov Sumut.

"Upaya menurunkan harga ayam harus terus dilakukan dan rantai pasokannya harus diawasi setiap hari. Mulai dari peternak ke produsen, pengepul, agen hingga sampai ke pedagang. Dengan demikian, harga ayam nantinya bisa ditekan sampai di bawah Rp40.000/kg," katanya.

Ihwan Ritonga menegaskan, jika mssih ada pihak-pihak atau pengusaha ayam yang "bermain" untuk menaikkan harga ayam di atas harga ketentuan Pemprov Sumut, maka pihaknya akan menyarankan Pemprov Sumut untuk mencabut perizinannya. Sebab, Pemprov Sumut telah mengeluarkan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp40 ribu per kg.

Di kesempatan itu, Ihwan Ritonga menyebutkan kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian APPSI Sumut di tengah masyarakat yang resah akibat kenaikan harga ayam.

"Kami mengimbau masyarakat agar jangan membeli harga ayam di atas harga Rp40.000/kg. Kalau ingin ayam, cari di beberapa pasar tradisional di Kota Medan yang ada ayam hasil kerja sama Pemprov Sumut dengan APPSI Sumut," pesannya.

Dijelaskan Ihwan, APPSI Sumut sengaja mengambil peran dalam hal ini karena organisasi tersebut berada di tengah pedagang dan memahami kondisi yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha di pasar. "Ini langkah awal yang kami lakukan, dan kami pastikan akan terus berlanjut agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung," pungkas Ihwan.

Sementara itu, Wakil Ketua APPSI Sumut, Suwarno menambahkan, kedepan kegiatan yang sama akan diperluas menjadi 13 pasar tradisional di Kota Medan. Adapun ke-13 pasar tersebut, yakni Pasar Petisah, Pusat Pasar, Pasar Sukaramai, Pasar Bakti, Pasar Halat, Pasar Kampung Lalang, Pasar Simpang Limun, Pasar Sei Sikambing, Pasar Pulo Brayan, Psar Titi Kuning, Pasar Simalingkar, Pasat Tanjung Rejo dan Pasar Sentosa.

"Untuk pasokannya, kita lihat berdasarkan kebutuhan masing-masing pasar dan akan disesuaikan," katanya.

Selanjutnya, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Manusia (Disperindag ESDM) Sumut Fahri P mengatakan, dengan operasi pasar ini harga ayam diharap jadi Rp40 ribu per kg.

"Kegiatan akan berkelanjutan sampai harga kembali normal dan operasi pasar dijadwalkan sampai Natal dan Tahun Baru 2027," imbuhnya didampingi Pelaksana harian (Plh) Kepala Bidang (Kabid) Disperindag ESDM Sumut, Ma'rufin.

Menurutnya, selain ayam pihaknya juga akan melakukan hal yang sama terhadap cabai sebab harga komoditas ini juga cenderung tinggi. "Selain ayam, nanti kita lakukan operasi pasar untuk cabai dan komoditas pokok lainnya agar harga bisa dikontrol," terangnya seraya mengapresiasi APPSI Sumut yang melakukan penetrasi pasar terutama terhadap daging ayam segar.

Terpisah, sejumlah warga yang sedang berbelanja mengapresiasi langkah yang dilakukan APPSI Sumut dan Pemprov Sumut. "Mantap, kami dukung dan apresiasi. Tapi kalau bisa berkelanjutan, sebab kami sudah sangat resah dengan harga-harga komoditas yang semakin naik, khususnya harga ayam," kata Dani dan Kasmah, warga sekitar Pasar Sei Sikambing. (map/ram)

 

Editor : Juli Rambe
APPSI Sumut harga daging ayam