Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tindaklanjut Aspirasi APPSI, Komisi A dan B DPRD Sumut Ultimatum Produsen Daging Ayam

J
Penulis: Juli Rambe❯
AYAM: Rapat Dengar Pendapat Komisi A dan Komisi B DPRD Sumut bersama APPSI dan 10 perusahaan produsen daging ayam di gedung DPRD Sumut, Kamis (11/9/2026) sore. (Dok: Humas DPW APPSI Sumut)
AYAM: Rapat Dengar Pendapat Komisi A dan Komisi B DPRD Sumut bersama APPSI dan 10 perusahaan produsen daging ayam di gedung DPRD Sumut, Kamis (11/9/2026) sore. (Dok: Humas DPW APPSI Sumut)

Advertisement

 

MEDAN, SUMUT POS- Komisi A dan B DPRD Sumatera Utara mengeluarkan ultimatum keras kepada 10 produsen daging ayam di Sumut untuk segera menurunkan harga Delivery Order (DO).

Langkah tegas ini diambil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Ruang Rapat Aula A Lantai I DPRD Sumut, Kamis (10/9/2026), guna menyikapi keluhan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sumut terkait melambungnya harga daging ayam di pasaran.

Advertisement

Rapat yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.10 WIB ini menyoroti selisih harga yang sangat tinggi di tingkat konsumen. 

Wakil Ketua DPW APPSI Sumut, M. Misbah, mengungkapkan bahwa saat ini harga daging ayam di pasar tradisional Medan dan sekitarnya tembus di angka Rp48.000 hingga Rp52.000 per kilogram. Angka ini melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional, yaitu Rp40.000 per kilogram.

Advertisement

Wakil Ketua DPRD Sumut, H. Ihwan Ritonga yang memimpin rapat, mendesak keterbukaan dari sektor hulu para produsen daging ayam. Ia juga menuntut para produsen menurunkan harga DO yang saat ini bertengger di angka Rp29.000 per kilogram agar harga di tingkat end user kembali rasional.

"Bisa tidak para produsen daging ayam menurunkan harga DO di angka lebih rendah dari kondisi sekarang? Hal ini kami harapkan sudah terjadi dalam dua hari ke depan," tegas Ihwan Ritonga sembari menyayangkan sikap 10 produsen yang terkesan mencari keuntungan di tengah kesulitan masyarakat.

Senada dengan itu, politisi PKS yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut, H. Salman Alfarisi, meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut segera bergerak melakukan tindakan nyata di lapangan terhadap produsen yang nakal.

Dalam rapat yang berlangsung cukup alot itu, Komisi A dan B DPRD Sumut secara resmi mengeluarkan rekomendasi; bahwa jika dalam dua hari harga DO tidak diturunkan, DPRD akan merekomendasikan Polda Sumut untuk memeriksa seluruh produsen atas dugaan praktik kartel. Selain itu, Dewan juga mengancam akan menyurati Menteri Pertanian untuk mengambil tindakan konkret dari tingkat pusat.

Tuntutan agar harga turun lebih cepat turut disuarakan oleh Sekretaris DPW APPSI Sumut, Ahmad Yusuf Nasution. "Kalau bisa jangan dua atau tiga hari ke depan, tapi besok sudah ada penurunan harga DO, sehingga harga ayam di end user bisa sesuai HET Rp40.000/Kg," ujarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

TPID Sumut Harga Daging Ayam Naik karena Kenaikan di Tingkat Peternak

TPID Sumut Harga Daging Ayam Naik karena Kenaikan di Tingkat Peternak

TPID Sumut turun langsung ke pasar tradisional untuk mengecek harga dan ketersediaan stok pangan dan barang penting.

APPSI Sumut - Pemprovsu Gelar Operasi Pasar, Tekan Harga Ayam Rp40 Ribu Per Kg

APPSI Sumut - Pemprovsu Gelar Operasi Pasar, Tekan Harga Ayam Rp40 Ribu Per Kg

APPSI Sumut dan pemprovsu melakukan operasi pasar. Untuk memastikan harga daging ayam normal. Kini, rp40 ribu per kg.

Ari Affandy Resmi Pimpin APPSI Siantar, Siap Wujudkan Kesejahteraan Pedagang Pasar

Ari Affandy Resmi Pimpin APPSI Siantar, Siap Wujudkan Kesejahteraan Pedagang Pasar

Ari affandy resmi menjabat sebagai ketua appsi siantar. Dia bertekad untuk memperjuangkan hak pedagang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer