Dari Pesisir Batubara Tembus Ritel Modern, Ini Kisah Cahaya Syajaril Bersama Alfamidi

Juli Rambe • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 16:00 WIB
PRODUK: Pegawai Alfamidi menunjukkan produk usaha milik Syajaril yang masuk Alfamidi. (Dok: Alfamidi)
PRODUK: Pegawai Alfamidi menunjukkan produk usaha milik Syajaril yang masuk Alfamidi. (Dok: Alfamidi)

 

MEDAN, SUMUT POS- Cahaya Syajaril, salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara tak menyangka produk lokalnya bisa menembus ritel modern Alfamidi.

Kisahnya bermula Juli 2025 lalu, saat dipertemukan dengan Alfamidi oleh Dinas Koperasi dan UMKM bersama sekitar 100 pelaku UMKM lainnya. Dari situlah, ia mulai memasok hingga kini produksinya terus meningkat.

Syajaril memulai usaha sejak 2021 dengan memproduksi berbagai makanan olahan seperti kacang intip, basreng pedas, bolu mini, serta aneka kue basah.

Baca Juga: Soal Pemprovsu Baru Bayar DBH 30% ke Pemko Medan, Ihwan Ritonga: Gubsu Punya Pertimbangan Tersendiri

“Tidak mudah sebenarnya bisa masuk ke ritel modern. Waktu itu ada kurang lebih 100 pelaku usaha yang memberikan contoh produk atau sampel. Puji Tuhan, usaha kami menjadi salah satu yang terpilih,” ungkapnya.

Syajaril mengatakan, usahanya semakin berkembang setelah produknya masuk ke 8 toko Alfamidi. Omzet penjualannya pun meningkat sekitar 50% seiring dengan semakin mudahnya konsumen mendapatkan produknya di Alfamidi.

“Alhamdulillah, untuk mendapatkan produk kami, pelanggan atau pembeli sekarang tinggal datang ke Alfamidi terdekat dari rumah mereka,” ujarnya.

Tidak hanya memperluas akses konsumen mendapat produk, ia pun terus berinovasi dengan kemasan produk untuk lebih menarik perhatian konsumen.

Salah satu produk unggulannya basreng pedas. Menariknya, bahan baku produk berasal dari lingkungan sekitar. Ikan sebagai bahan dasar diperoleh dari wilayah Pesisir Lima Puluh. Cabai dari Desa Lubuk Cuik, salah satu wilayah pertanian cabai merah.

Menariknya, Syajaril juga menekuni bidang pertanian. Ia mengusung konsep “From Farm to Table”. Menghadirkan bahan lokal menjadi produk yang dapat dinikmati konsumen.

Ke depan, ia berharap kemitraan bersama Alfamidi terus berkembang, sehingga produknya menjangkau wilayah lainnya di Sumatera Utara. Dengan begitu, usahanya bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja di daerahnya.

Melalui kemitraan strategis dengan UMKM, Alfamidi terus berkomitmen mendorong produk lokal naik kelas dan membuka perluasan akses pasarnya. (ila/ram)

 

 

Editor : Juli Rambe
Alfamidi produk umkm