Sumutpos.jawapos.com-Jatuh cinta memang indah. Tapi kalau terlalu cepat, terlalu sering, dan dengan orang yang belum tentu tepat, justru bisa jadi bumerang. Banyak perempuan tanpa sadar masuk ke hubungan baru sebelum benar-benar pulih, hanya karena takut sendirian atau butuh perhatian.
Di balik sikap yang terlihat biasa saja, ternyata ada pola kebiasaan tersembunyi yang sering dimiliki oleh mereka yang gampang jatuh cinta. Kebiasaan ini membuat hati mudah terpikat, cepat terikat, dan sulit melepaskan.
Dilansir dari yourtanggo, berikut ini tanda-tanda yang sering muncul, bahkan tanpa disadari.
1. Menutup Mata dari Tanda Bahaya
Sudah terlihat red flag sejak awal, tapi tetap diabaikan. Demi mempertahankan rasa suka, banyak yang memilih fokus pada hal manis dan menutup mata dari sikap pasangan yang bermasalah.
2. Baru Kenal, Sudah Terasa “Klik Banget”
Sedikit perhatian saja bisa langsung membuat hati merasa terhubung. Akhirnya cepat baper, cepat dekat, dan cepat merasa memiliki.
3. Rela Mengorbankan Kemandirian
Dulu mandiri, tapi setelah punya pasangan jadi selalu ingin bersama. Tanpa sadar, hidup mulai berputar di sekitar hubungan.
4. Terlalu Mudah Percaya
Baru sebentar kenal, tapi sudah percaya sepenuhnya. Semua cerita diterima mentah-mentah, bahkan saat ada hal yang terasa janggal.
5. Takut Banget Sendirian
Kesepian terasa menakutkan. Akibatnya, daripada menunggu orang yang tepat, lebih memilih cepat punya pasangan supaya tidak merasa kosong.
6. Baru Dekat, Sudah Membayangkan Masa Depan
Belum lama kenal, tapi sudah membayangkan menikah, rumah, dan hidup bersama. Perasaan jadi tumbuh bukan karena kenyataan, tapi karena harapan.
7. Haus Perhatian dan Kepastian
Merasa lebih berharga saat ada yang menyayangi. Setiap pesan, panggilan, atau perhatian kecil terasa sangat penting untuk menjaga rasa aman.
8. Mengabaikan Soal Kecocokan
Walau beda prinsip, beda tujuan, atau sering tidak nyambung, tetap dipertahankan. Yang penting tidak sendiri.
9. Terlalu Ingin “Merawat” Pasangan
Merasa harus selalu membantu, menguatkan, bahkan menyelamatkan pasangan. Dari situlah muncul perasaan dibutuhkan dan takut kehilangan.
Jatuh cinta cepat bukan berarti lemah. Tapi kalau terus terjadi berulang kali, bisa jadi ada rasa takut kehilangan, takut kesepian, atau ingin merasa dicintai secepat mungkin.
Cinta yang sehat seharusnya tumbuh perlahan, bukan terburu-buru. Karena saat hati terlalu cepat terbuka, yang masuk belum tentu orang yang tepat.(han)
Editor : Johan Panjaitan