Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Petugas Piket Diduga Nonton Bola

Admin-1 Sumut Pos • Selasa, 14 Juni 2016 | 12:16 WIB
Photo
Photo
NAPI KABUR-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Sebelas tahanan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut yang dititipkan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) berhasil kabur, Senin (13/6) dinihari. Atas kejadian ini, tak seorang pejabat Polda Sumut memberikan penjelasan yang akurat terkait kaburnya belasan orang tahanan yang tersandung kasus narkoba tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh di Polda Sumut menyebutkan, kaburnya belasan orang tahanan ini memanfaatkan kelengahan petugas piket yang berjaga. Pasalnya, tak terlihat adanya jeruji besi yang dirusak oleh para tahanan.

Mereka melarikan diri setelah membuka gembok kunci sel tahanan yang terpasang berlapis-lapis. Sehingga, mengindikasikan adanya keterlibatan oknum personel Direktorat Tahanan dan Barang Bukti.

Sementara itu, dari perbincangan beberapa personel polisi di Polda Sumut sempat terdengar kalau kaburnya sebelas tahanan itu lantaran petugas piket sedang menonton pertandingan sepak bola Euro 2016 di televisi. Akibat pengawasan lemah, para tahanan melarikan diri.

“Saat itu sedang berlangsung pertandingan piala Eropa dan petugas diduga sedang menonton. Para tahanan kabur melalui pintu sel, karena tidak ada penjagaan,” kata seorang petugas, kepada wartawan.

Kaburnya sebelas tahanan tersebut, dibenarkan Kabag Bin Opsnal Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut AKBP OR Saragih. Kini, pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap seluruh tahanan kabur tersebut.

"Jumlah tahanan yang kabur ada sebelas orang. Saya tidak bisa bicara soal modusnya, karena itu di bawah tanggung jawab Direktorat Tahti," sebut AKBP OR Saragih, saat dikonfirmasi wartawan, kemarin sore.

Ditanyakan nama ke-11 tahan kabur itu, OR Saragih tidak bisa menyebutkan. Dia mengarah untuk awak media menanyakan kepada pihak Direktorat Tahanan dan Bukti (Dir Tahti) Polda Sumatera utara.

Dir Tahti AKBP Weitimin Panjaitan, yang dikonfirmasi wartawan di Polda Sumut enggan memberikan komentarnya secara merinci. Ia tampak menghindar ketika sejumlah awak media menanyakannya.

Weitimin beralasan, dirinya sedang sibuk dan mempersilahkan wartawan untuk mengkonfirmasinya kepada Humas. "Saya sedang sibuk ya. Kalau mau konfirmasi, silahkan konfirmasi ke Humas saja," kilah Weitimin melalui sambungan telepon.

Hal senada diutarakan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, AKBP Rina Sari Ginting. Rina mengaku belum mengetahui pasti kejadian itu. Wartawan malah disarankan menanyakan langsung kepada Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Sumut.

Namun saat kembali dikonfirmasi tadi malam, AKBP Rina Sari Ginting mengungkapkan, tahanan kabur setelah menggergaji cangkukan gembok tahanan. 11 tahanan yang kabur itu, berasa dalam satu ruangan. Namun dia tak tahu pasti berapa jumlah tahanan yang ada dalam tahanan itu.

Untuk mengusut kasus ini, dua petugas jaga yakni Aipda SS dan Brigadir H diperiksa Propam Poldasu. “Untuk lebih lanjut, besok (hari ini, Red) saya jelaskan,” katanya.

Untuk mengejar tahanan yang kabur, Poldasu sudah membentuk tim dari Ditres Narkoba. Saat ditanyakan tentang lalainya petugas jaga karena menonton bola, Rina mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan. Begitu juga dengan senjata api yang dikabarkan dibawa kabur para tahanan, Rina juga masih enggan menjelaskannya.

Sementara itu, Direktur Ditresnarkoba Poldasu, Kombes Pol Edy Iswanto yang dikonfirmasi, membenarkan kejadian itu. Saat ditanya jumlah tahanan yang kabur berjumlah sebelas orang, Edy membenarkan juga. Namun, Edy mengaku enggan untuk berkomentar banyak. Terlebih, ditanyai soal kronologis kejadian, Edy menyebut tidak dapat menyampaikannya.

"Tanya pada yang terkait lah, Direktur Tahti atau Kabid Humas. Kok ke saya," ungkap Edy singkat.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Raden Budi Winarso yang juga dikonfirmasi via telepon, juga tidak menjawab. (ain/ris/gus) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#poldasu #napi Polda kabur #medan