MEDAN, Sumutpos.Jawapos.com- Dua remaja berinisial AF (18) dan NR (18) tega menghabisi nyawa Rusti, seorang terapis di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Korban dihabisi kedua tersangka, gara-gara kesal duit kurang Rp100 ribu.
Polisi mengungkapkan, pelaku adalah dua remaja pria yang sebelumnya merupakan pelanggan korban.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengungkapkan, jika kedua remaja tersebut merupakan pelanggan korban
“Kita sudah mengarah kepada dua pelaku, yakni AF dan NR. Keduanya remaja yang usianya baru 18 tahun lebih sedikit,” ujarnya, Senin (2/6) sore.
Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa ini bermula saat kedua pelaku mendatangi rumah korban dengan niat untuk melakukan hubungan intim. Namun sebelum itu terjadi, Rusti meminta bayaran sebesar Rp200 ribu untuk threesome (berhubungan intim bertiga).
Sayangnya, pelaku hanya membawa uang Rp100 ribu dan tidak bisa memenuhi permintaan korban.
“Motifnya sangat tidak pantas dilakukan oleh anak seusia mereka. Mereka datang ke rumah korban dengan tujuan yang bersifat dewasa. Namun, ketika korban menagih biaya Rp200 ribu, pelaku hanya membawa Rp100 ribu,” jelasnya.
Merasa tidak mampu membayar dan dipicu amarah serta pengaruh tuak, kedua remaja tersebut kemudian nekat menghabisi nyawa Rusti. Polisi menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan tindak kejahatan tersebut.
“Karena tak sanggup membayar dan dalam kondisi mabuk tuak, pelaku kemudian melakukan aksi pembunuhan terhadap korban. Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban,” pungkas Gidion.
Salah satu pelaku, NR mengakui perbuatannya di hadapan penyidik. Ia mengatakan bahwa selain karena tidak memiliki uang, dirinya juga dipengaruhi oleh tuak.
“Karena memang gak ada duit, terus aku mabuk juga. Disitu cuma kusuk sama dia, gak tahan ditagih,” katanya. (man/han)
Editor : Johan Panjaitan